//
you're reading
Berita, Bimbingan Konseling, Catatan, Kab. Maros, Kabupaten Gowa, Konseling, Kota Makassar, Mahasiswa, Opini, Pendidikan, Psikologi Sosial

GENG MOTOR KU…!?

Media di TV lagi ramai memberitakan tentang masalah geng motor. Penyebabnya karena katanya mereka kerap kali bertindak brutal, bahkan tidak segan melukai dan menghilangkan nyawa seseorang. Salah satu berita terhangat adalah kematian salah seorang mahasiswa akibat, katanya, pengeroyokan yang di akibatkan oleh segerombolan geng motor. Entah apa yang ada dipikiran mereka sehingga tega menghilangkan nyawa yang begitu berharga.

Berbicara tentang geng motor, saya jadi teringat kisah masa SMA saya, tepatnya sekitar tahun 2009 yang lalu. Saat itu saya duduk di bangku kelas 3 SMA dan seharusnya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional.


Saat itu sekolah saya mengikuti sebuah kompetisi futsal antar sekolah, SMA, se-Makassar dan sekitarnya. Kompetisi ini diselenggarakan oleh salah satu media cetak yang ada di Makassar. Lokasi pertandingan sendiri adalah di Kompleks Gedung Olahraga yang terletak di Daya.

Di awal-awal kompetis kami sangat bersemangat untuk datang langsung ke GOR untuk mendukung tim sekolah kami, bahkan sampai-sampai kami rela meninggalkan jam pelajaran di sekolah karena tidak ingin ketinggalan untuk menonton pertandingan sejak menit awal. Kami berangkat dari sekolah menuju ke lokasi GOR dengan ugal-ugalan dan nyaris tidak menyisakan badan jalan untuk kendaraan dari arah yang berlawanan.

Ok, suasana masih nyaman karena tim sekolah kami menang pada hari itu. Selang beberapa hari tim sekolah kami kembali bertanding dengan sekolah lain. Hasilnya pun memuaskan karena tim sekolah kami berhasil memetik kemenangan lagi. Hari itu aku tidak ikut karena merasa rugi harus meninggalkan jam pelajaran. Namun, terjadi insiden pemukulan kepada salah seorang teman kami oleh supporter tim lawan. Katanya sih miss komunikasi.

Beberapa pertandingan berhasil dilewati dengan baik oleh tim futsal kami dan tibalah ke babak knock out. Di fase ini tim futsal sekolahku, SMAN 1 Sungguminasa (SALIS), berhadapan dengan SMAN 1 Maros. Hari itu saya memutuskan untuk menuju ke lokasi karena kebetulan pertandingannya di gelar sore.

Aku berangkat bersama salah seorang teman yang menjemput dengan motornya di rumah. Hari itu dia membawa double stick, katanya sih buat jaga-jaga. Aku berangkat dari rumah sekitar jam 5.30 alhasil sampai ke GOR pas masuk magrib. Dengan bodohnya Aku meninggalkan kewajiban untuk sholat magrib karena tidak ingin ketinggalan pertandingan. Sampai di sana saya melihat bahwa tim kami sudah tertinggal dari tim lawan di babak pertama.

Di babak kedua tim lawan tampil makin beringas dan berhasil menyarangkan banyak gol. Suasana di tribun penonton pun makin memanas. Upaya-upaya provokasi terus kami lakukan lewat yel-yel dan lemparan kertas ke arah supporter lawan. Sangsi yang manjadi ancaman kepada supporter anarkis pun kami abaikan lagi tanpa pikir panjang. Tapi upaya tersebut gagal dan tidak berhasil memancing emosi supporter lawan. Peluit panjang berbunyi skor akhir 6-1 untuk kekalahan kami.

Upaya provokasi tak berhenti kami lakukan. Lemparan kertas makin deras menuju ke arah supporter lawan walau tidak berlangsung lama karena panitia pertandingan bertindak cepat. Upaya-upaya anarkis tidak berhenti kami lakukan. Setiba di luar GOR kami dengan sabar mengumpulkan beberapa potongan bambu untuk melakukan tindakan-tindakan bodoh kepada tim dan supporter lawan. Namun upaya tersebut lagi-lagi gagal karena dicegah oleh aparat kepolisian dan warga sekitar.

Namun lagi-lagi kami tidak menyerah, tanpa pikir panjang kami langsung bergerak kea rah jalan yang menghubungkan Maros dan Makassar. Teman boncengan saya pun memberi tugas kepada saya untuk menjadi joki motornya. Alasannya karena dia ingin menggunakan double stick-nya. Dengan bodohnya dan tanpa pikir panjang aku terima aja komando dia.

Tindakan-tindakan bodoh terus kami lakukan untuk membalas kekalahan sekolah kami. Termasuk menunggu mereka di pinggir jalan untuk menghadang. Tapi hasilnya nihil, mereka menggunakan jalan lain untuk menghindari kepungan kami. Setelah lama menunggu akhirnya rombongan memutuskan untuk membubarkan diri dan kembali ke Gowa.

Saya baru menggunakan otak saya setelah tiba di rumah dan merenung di kamar. Apa jadinya kalau sampai waktu itu kami melakukan tindakan-tindakan anarkis. Kantor polisi bisa saja menjadi tempat kami menginap malam itu. Belum lagi hukuman dari sekolah dan orang tua.

Setelah kuliah dan mengambil mata kuliah dasar-dasar psikologi sosial saya baru tahu bahwa kognisi saya pada waktu itu dipengaruhi oleh yang namanya jiwa massa. Menurut Gustave Le Bon jiwa massa ini bersifat primitive cenderung merusak dan bertinda irrasional.

Menurut saya hal inilah yang mengakibatkan orang-orang yang terlibat dalam gerombolang, misalnya geng, dapat bertindak anarkis dan melukai tanpa segan. Karena saat itu merek dipengaruhi oleh yang namanya jiwa massa. Mungkin juga terdapat faktor lain yang menyebabkannya sih tapi kalau kita melihat dari perspektif psikologi sosial maka pengaruhnya adalah jiwa massa. Makanya kalau mau memilih teman untuk ngumpul, pilihlah teman-teman yang baik perilakunya. Jangan sebaliknya, karena mereka biasanya bikin cilaka teman sendiri.

Yang perlu juga digarisbawahi adalah perlunya keterlibatan segenap elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya perilaku-perilkau negatif para remaja. Karena ini tanggung jawab kita bersama.

sumber gambar : www.tabloidnova.com

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

15 thoughts on “GENG MOTOR KU…!?

  1. hahaha, masih kuingatki wktunya di pukul ilham sama takim

    Posted by amry | April 16, 2012, 10:41 am
  2. emosi orang2 dalam 1 gerombolan kayanya menular ya? (contagion)

    Posted by Red | April 16, 2012, 3:24 pm
  3. Ini pengalaman yang Berarti 😀
    saya juga punya geng, tapi geng ane berbeda. Geng kami tidak mengandalkan emosi serta Otot, tapi mengandalkan Pikiran, kesolidaritas, kekompakan. Kenapa ? Karena geng kami adalah Geng Ubuntu ! #loh kok geng, itu sih Grup.

    Ckckckck..

    Posted by Arie | April 16, 2012, 6:23 pm
  4. Z kra kw mw bhas ttg geng motor y tlg tmqn qt wktu dikeroyok.. trnyta lain tohh.. 😀

    Posted by Joe | April 16, 2012, 10:42 pm
  5. kalo di tv ada geng motor,, kalo dket rumah saya ada geng sawo.
    itu gang yah?
    maen plesetan kepleset..
    biarin aja dah..

    Posted by oomguru | April 17, 2012, 5:48 am
  6. Yang namanya genk2an emang biasanya gag baik kedepannya… 😀
    salam kenal ya !

    Posted by bensdoing | April 21, 2012, 5:47 pm
  7. yang namanya genk2an kadang suka berdampak buruk kedepannya….
    salam kenal ya… 😀

    Posted by bensdoing | April 21, 2012, 5:52 pm
  8. Oh, ada kasus begitu tahun 2009 ya? Baruka tahu…

    Posted by Falzart Plain | April 21, 2012, 10:13 pm

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: