//
you're reading
Jendela Islam, Manhaj Salaf

Pro-Kontra MAULID NABI

i_love_him_more_than_my_self_by_lifeshadows.9gis4cikysso4gc8cw048gg40.2ob3lob1nvsw4440kcosg0wg8.thDari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu millah saja dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”

(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2641)

Mari perhatikan penjelasan Rasulullah Tentang Ummat Islam di akhir hadits tersebut !

“… dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”

Pertanyaannya adalah sudahkah Agama yang kita jalankan sesuai dengan apa yang dilakukan Oleh Rasulullah dan Para Sahabatnya?? Kalau Belum, maka patutlah kita menghawatirkan diri kita !

Contoh Sederhana adalah Perayaan Kelahiran Rasulullah, kita Semua yang mengaku Muslim sudah tentu SANGAT MENCINTAI BELIAU.

akan tetapi ekspresi cinta dalam Islam itupun di atur oleh Syariat. dan Syariat yang kita jalankan harus berlandaskan kepada RASULULLAH & PARA SAHABATNYA.

kalau Mereka “Para Sahabat” Merayakannya maka sudah SEHARUSNYA KITA PUN MERAYAKANNYA.

tapi kalau para SAHABAT TIDAK MERAYAKANNYA, PADAHAL MEREKA BISA MERAYAKANNYA JIKA MEREKA MAU, maka kita pun tidak Usah merayakannya.

Karena kecintaan Para Sahabat jauh Lebih Besar dari Pada kita. hal itu dibuktikan dengan pengorbanan mereka. Tidak hanya Harta, bahkan diri pun siap mereka korbankan sebagai wujud cinta kepada Rasulullah.

adapun kita?? Wallahu ‘alam

sumber gambar : http://acgavv.blogspot.com/2010/08/jika-cinta-rasul-cinta-ahlul-bayt-nya.html

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

2 thoughts on “Pro-Kontra MAULID NABI

  1. Pada dasarnya memeringati maulid nabi itu hanya buat orang-orang yang lupa sama nabi. Mengingatkan kepada orang-orang yang melupakan jasa nabi.
    Peringatan maulid bukan hanya mengetahui bahwa Rasulullah SAW itu putra dari Abdullah semata. Banyak ilmu dari kisah nabi yang orang awam seperti saya tidak mengetahuinya.
    Kenapa para sahabat tidak memperingatinya? Karena jelas, sahabat sudah tahu nabi. Lah, kita? Ketemujuga belum… Di sinilah petingnya peringatan nabi, yang mana sama saja dengan tholabul ilmi….

    Posted by Guru Muda | January 11, 2014, 8:12 pm
    • terima kasih bang atas kunjungan dan komentarnya..

      saya mengenang nabi setiap hari dengan sunnahnnya.

      mau tidur, sy teringat bagaimana Rasulullah mengajarkan cara tidur,
      mau makan, sy teringat bagaimana Rasulullah mengajarkan cara makan,
      mau naik kendaraan, sy teringat bagaimana Rasulullah mengajarkan cara menaiki kendaraan,
      mau keluar rumah, masuk mesjid, atau aktivitas-aktivitas Dunia dan Ibadah sy teringat bagaimana Rasulullah mengajarkan cara semua itu.
      dan dengan cara inilah saya mengenal lebih dekat dan merasakan betapa kenabian Muhammad Adalah benar adanya.

      adapun mereka orang-orang yang memperingati maulid, rasanya tak pernah menghidupkan hal-hal yang diajarkan nabi dalam kesehariannya.
      dan yang terakhir saya tidak mau dikatakan ikut-ikutan dengan suatu kaum karena Maulid pada dasarnya adalah peringatan Natal (bagi orang Nashrani), dan saya teringat lagi dengan perkataan Rasulullah. Mantasyabbau bi kaumin, fahuwa mingkum (barang siapa yang ikut-ikutan dengan suatu kaum, maka ia termasuk golongannya)

      wallahu ‘alam.

      sekali lagi terima kasih banyak atas kunjungannya.. 😀

      Posted by Amirullah Sibali | January 12, 2014, 7:23 am

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: