//
you're reading
Umum

Kurikulum “Mubazzir”

Pak Presiden, kasih donk beasiswa buat Musa, biar bs sekolah, kalau gk mau sekolah formal ya dikasih pelatihan buat orangtuanya cara mendidik anak homeschooling. Musa itu kan aset bangsa, potensial utk dikembangkan, jgn sampai pendidikannya ketinggalan dr yg lain. Trimakasih pak Presiden, sehat selalu dan semakin jaya Indonesia dgn kepemimpinan Bapak Jokowi.
___________________________

Nemu postingan komentar di atas dari fanpage Pak Presiden Joko Widodo, yg membagikan sebuah postingan ucapan selamat atas keberhasilan adik Musa yg berhasil menyabet peringkat 3 dunia dalam sebuah ajang perlombaan hifdzul quran di Mesir.

Sepertinya Musa memang menjadi fenomena yg menarik untuk kita bahas. Di usianya yang belum genap 7 Tahun, dia berhasil menyabet beragam prestasi dalam bidang hafalan Alquran.

Yg terakhir tentu saja, perlombaan yg dia ikuti di Mesir sana.

Tentu prestasi ini tidak datang begitu saja. Ini semua berkat usaha keras Abu Musa dan Ummu Musa, setelah taufik dari Allah tentu saja.

Hal menarik lainnya, bahwa Musa tidak disekolahkan di sekolah formal oleh orang tuanya. Ada apa? Yaa, Abu Musa dan Ummu Musa yg paling tahu alasannya.

Tapi menarik untuk kita perbincangan. Kira2 Akankah Musa semakin gemilang dalam hafalannya (Alquran dan hadits khususnya) jika di masukkan ke sekolah formal?

Padahal didalam Kurikulum formal yg kita pelajari di sekolah2 saat ini konten nya itu BERNUANSA SEKULER, belum lagi di beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris banyak mengandung kisah2 yg merusak Aqidah, takhayul dan khurafaat??, (Tengok saja cerita2 di Bab tentang Naratif)
ME…NGE…RI…KAN…

Melihat kenyataan yg mengerikan ini, rasanya lebih baik kalau Musa langsung di didik saja oleh orang tuanya. Yg mengajarkannya Aqidah yang selamat, Ibadah yang benar, dan Akhlak yang baik.

Dan sepertinya sy ingin mengikuti jejak Abu dan Ummu Musa, jika kurikulum kita tetap seperti ini kedepannya.

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: