//
you're reading
Umum

Siapa Menghormati Siapa di Bulan Puasa ?

“Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa..

sebuah ungkapan yang disampaikan oleh Bapak Menteri Agama.

twitt ini muncul sebagai tanggapan atas adanya pandangan yg kehendaki agar warung2 ditutup saja di bulan puasa.

tanpa bermaksud mengajari dan menggurui Sang Menteri, sya kira permintaan untuk menutup atau mungkin lebih tepatnya meminta tempat-tempat yang dianggap dapat merusak kesucian bulan Ramadhan untuk menyesuaikan aktivitasnya di  bulan Ramadhan adalah sesuatu yang sah-sah saja dilakukan oleh ummat Muslim agar bisa lebih khusyu’ menjalankan Ibadahnya.

sebagaimana ungkapan bang Darwis Tere Liye​ dalam sebuah postingan di fanpage-Nya

“Karena sejatinya, tidak ada pula yang menyuruh warung2 full tutup, warung2 makan cukup diberikan tirai saat bulan Ramadhan, semua baik2 saja. Itu lebih dari cukup. Lantas soal klub malam? Diskotik? Tempat2 menjual minuman keras? Kalian punya 11 bulan untuk melakukannya, diminta libur sebulan, apa susahnya? 11 bulan orang lain menghormati kalian melakukannya, maka tiba giliran 1 bulan, apa susahnya mengalah? Tidak perlu sampai ribut, sampai berantem, sampai dirazia, cukup kesadaran diri saja. Tidak ada yang meminta kalian tutup 12 bulan”

JADI, ungakapan Sang Menteri tentang :

“Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa”

adalah pernyataan yang kontraproduktif dan terlalu provokatif yang pada akhirnya memicu tanggapan yang tidak simpatik.

Sebagai Seorang tokoh Muslim dan posisi sebagai seorang menteri maka akan lebih bijak rasanya jika beliau berperan aktif menyebarluaskan sja informasi (ILMU) tentang Ramadhan kepada kaum muslimin. agar mereka yang mengaku muslim tapi tak menjalanakan kewajiban-kewajiban di ramadhan tanpa ada alasan yang dibenarkan syariat tersadarkan dan akhirnya kembali kepada jalan yang benar.

Paling tidak ini akan meringankan beban Beliau di hari kemudian ketika ratusan juta ummat muslim di negeri ini meminta tanggung jawabnya sebagai salah satu pemimpin ummat.

yang sangat disayangkan adalah Riak-riak tentang siapa menghormati siapa di bulan Suci Ramadhan muncul dari para tokoh yang “mengaku muslim”, dan tidak kita dapat mereka yang beragama di Luar Islam mempermasalahkannya.

mungkin orang-orang di luar Islam di negeri ini sudah sangat paham, bahwa mereka tinggal di negeri mayoritas Muslim yang sangat toleran terhadap keberadaan mereka.

mungkin orang-orang di luar Islam di negeri ini sudah sangat paham, bahwa mereka tinggal di negeri mayoritas muslim yang kemerdekaan dan kedaulatannya di perjuangkan oleh para pejuang-pejuang Islam yang rela berkorban Harta dan Nyawa.

mungkin orang-orang di luar Islam di negeri ini sudah sangat paham, bahwa mereka tinggal di negeri mayoritas Muslim dan mendapatkan kebebasan menjalankan Agamanya tanpa adanya gangguan, intimidasi, dan tindakan-tindakan tidak menyenangkan dari orang-orang Islam yang mayoritas di negeri ini.

Wallahu’alam

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: