//
you're reading
Umum

Dunia adalah Tempat Ujian

Saya dan kita Semua pastinya sudah pernah mengikuti berbagai macam jenis ujian. baik pada situasi formal ataupun tidak.

Bagaiman rasanya, degup kencang di dalam dada sudah pasti ada, baik yang skala kecil atau besar, baik yang bisa kita atasi ataupun tidak.

Saya juga sudah sering tapi masih ada yang belum saya rasakan, yakni berada sendiri dalam situasi ujian. tapi mungkin tidak lama lagi situasi itu akan juga saya rasakan.

Bagi yang sudah melewatinya, saya hendak bertanya bagaimana rasanya??

saya yang belum melewatinya, hanya bisa menduga-duga, mengira-ngira, merasa-rasa, dan mepersepsi sendiri berdasarkan informasi dari khalayak yang sudah merasakannya.

sehingga timbullah rasa khawatir, rasa takut, rasa tegang, dan berbagai rasa lainnya akibat pikiran dan perasaan tersebut.

bagaimana rasanya ketika para penguji telah masuk kedalam ruang ujian, membuka 1 demi 1 lembaran yang harus dipertanggungjawabkan?? Bagaiman rasanya ketika 1 demi 1 para penguji melemparkan pertanyaannya?? Bagaiman rasanya ketika 1 demi 1 kekurangan-kekurangan mulai terlihat dari lembaran-lembaran Usaha kita??

Mungkin, mulut ini masih bisa dengan mudah menjawab, berkilah, bahkan mungkin berdusta untuk mempertahankan lembaran-lembaran yang telah berbulan-bulan kita perjuangkan.

mungkin, sesekali wajah ini masih mampu melempar senyuman manis, kekanan dan kekiri. dan kita masih mampu memasang wajah tak berdosa, Walau Tampak jelas keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh. padahal mereka yang menguji hanyalah sosok manusia lemah tak berdaya seperti kita, bedanya mungkin hanya pada pengalaman dan pemahaman yang lebih dibanding kita, itupun karena faktor usia yang memang terpaut jauh. ditambah gelar panjang lebar yang menghiasi namanya di belakang dan di depan. yang lingkup kekuasaannya hanya sebatas 1 jurusan atau 1 fakultas. bahkan banyak diantara mereka yang sesungguhnya tak punya kuasa apa-apa di lingkungannya.

hasil dari Ujian itu juga sesungguhnya mudah ditebak,
diterima dan kita mendapatkan gelar Sarjana
atau ditolak, dan kita diberi kesempatan untuk mengulanginya.
jadi, apa yang musti dikhawatirkan??

Namun, Saudaraku… Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa kelak, setelah berbagai rentetan ujian di dunia, kita juga akan menghadapi Ujian yang Maha Dahsyat.

Yang pengujinya adalah Pemilik langit dan Bumi, Pemiliki Triliyunan bintang dilangit yang 1 saja besarnya sudah jutaan kali bumi kita ini. Bagaimana lagi dengan Dzatnya Allah yang Langit dan Bumi ini hanyalah Kursinya.?

kita akan Ditanya sendiri, tentang lembaran-lembaran yang juga telah kita usahakan.

1 demi 1 lembaran akan terbuka dan tersingkaplah segalah hal yang telah kita perbuat selama berada di dunia. tentang mata ini, tentang pendengaran, tentang pikiran dan hati. 1 demi 1 pertanyaan akan dilemparkan kekita. tentang Usia ini, tentang umur ini, tentang harta ini, tentang ilmu ini, dan tentang masa muda ini.

sebuah ujian, yang akan membuat mulut-mulut ini terkunci,
Sehingga tak ada lagi kesempatan untuk berkilah dan berdusta tentang lembaran-lembaran tersebut.

Sebagai gantinya,
mata ini yang akan bersaksi apa-apa saja yang telah dilihatnya,
tangan ini akan bersaksi tentang apa-apa saja yang telah dipegangnya,
kaki ini akan bersaksi tentang kemana saja ia melangkah,
perut ini akan bersaksi tentang makanan-makanan yang telah memasukinya.

Hasilnya juga sebenarnya mudah ditebak, dan telah dikabarkan oleh Manusia yang tak pernah sekalipun berdusta dalam hidupnya. Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika lembaran-lembaran tersebut diterima oleh Allah, nampak catatan kebaikan lebih banyak dari catatan keburukan, maka kita akan menjadi orang-orang yang beruntung karena surga telah menanti untuk dinikmati fasilitasnya.

atau Ketika lembaran-lembaran tersebut ditolak, nampak berbagai macam perbuatan buruk yang lebih banyak menghiasinya maka kita akan menjadi orang-orang yang merugi bahkan celaka.

bahkan yang paling celaka ketika tercatat dalam lembaran-lembaran tersebut bahwa kita adalah orang-orang yang menyekutukan Allah dengan sesembahan-sesembahan yang lain, atau tercatat sebagai orang-orang Non Muslim,
karena itu artinya, Nerakalah tempat kita untuk selamanya..

Karena Allah telah mengingatkan dalam firmannya “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka PASTI Allah MENGHARAMKAN kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka,…” (Al Maidah 72)

dan Parahnya ketika lembaran-lembaran tersebut telah dipertanggungjawabkan tak akan ada lagi kesempatan untuk mengulanginya.

jadi, Sangat patut kita khwatir??

Jangan Sampi kita khwaatir tentang gelar S.Pd, M.Pd, Dr. atau Professor yang tak kunjung datang. Tapi kita tak khwatir tentang posisi, keadaan, dan tempat kita kelak di akhirat.

Karena Gelar S.Pd, M.Pd. Dr. Dan Sebagainya hanyalah GELAR-GELAR SESAAT yang akan berakhir seiring usia YANG JUGA AKAN BERAKHIR.
Namun Kedudukan, posisi, dan tempat kita di akhirat adalah keadaan yang untuk selamanya dan TAK AKAN PERNAH BERAKHIR.

Allahul Musta’an.

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: