//
you're reading
Umum

Menghargai Mayoritas Katanya

Apakah untuk menghargai kalian, hai penyembah berhala,
Kami harus menghancurkan mesjid-mesjid kami?
Apakah untuk menghargai kalian, hai penyembah batu,
Kami harus berhenti menunaikan shalat-shalat kami?
Apakah demi menghargai kalian, hai penyekutu Allah,
Kami harus melepaskan jilbab dan membuka aurat kami?

Jika begitu kalian memaknai “penghargaan”,
Aku sungguh tidak heran.
Karena ideologi kalian memang aneh.
Agama kalian memang tidak cocok dengan peradaban manusia.
Bukankah kalian yang masih percaya pada bebatuan bisu
yang tak mampu berbuat apa-apa bahkan untuk dirinya sendiri?
Bukankah kalian yang mendiskriminasi manusia dalam kasta-kasta?
Bahkan pengikut agama kalian sendiri tak pernah merasakan keadilan itu.
Kalian memeras mereka dengan berbagai ritual-ritual yang tak pernah masuk di akal.
Duhai, bagaimana bisa manusia dibedakan dalam kasta-kasta itu?

Jika seperti itu “penghargaan” yang kalian inginkan,
Semakin sadarlah aku;
jika kalian memang manusia-manusia peradaban kuno.
Peradaban kuno yang entah kenapa masih ada yang percaya padanya di zaman ini.
Peradaban kuno yang seharusnya tinggal menjadi cerita.

Jadi, kalian tidak perlu mengajari kami tentang bagaimana menghargai.
Jika bukan kami, kaum muslimin, yang mendominasi negerimu,
Sudah lama kalian terusir bahkan terbantai di sini.

Jika saja bukan Islam yang mendominasi negerimu ini;
Maka tidak akan ada “Ketuhanan yang Mahasesa”,
Karena itu adalah Tauhid.
Tidak akan ada “Kemanusiaan yang beradab”,
Karena hanya Islam yang mengajarkan Adab.
Tidak akan ada “Persatuan Indonesia”,
Karena hanya Islam yang mengajarkan ukhuwah,
tanpa membedakan suku, warna dan keturunanmu.
Tidak akan ada “Kerakyatan yang dipimpin oleh permusyawaratan”,
Sebab Islam-lah yang mengajarkan musyawarah kepada dunia.
Tidak akan ada “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”,
Karena Islam sajalah yang mengajarkan keadilan sosial yang sesungguhnya.

Yah, aku tahu kalian memang sedang panik.
Panik karena pengikut kalian satu demi satu sadar tentang kebenaran Islam.
Panik karena mereka semakin sadar betapa diskriminatifnya kalian terhadap mereka.

Sekarang aku katakan pada kalian:
Tekanlah saudara-saudara kami di sana,
Kalian akan lihat betapa dahsyatnya kekuatan para penggenggam Tauhid itu!

(Untuk saudara-saudariku di Bali,
renungkanlah pesan Allah Ta’ala yang artinya:
“Apakah kalian mengira kalian akan masuk surga
sementara kalian belum ditimpa seperti yang menimpa
orang-orang yang berlalu sebelum kalian.
Mereka ditimpa kesusahan dan kesulitan,
dan mereka diguncang,
hingga sang Rasul dan orang-orang beriman yang bersamanya
mengatakan: ‘Kapankah pertolongan Allah tiba?’
Ingatlah, bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat.” (al-Baqarah: 214)

Muhibbukum fiLlah,
Muhammad Ihsan Zainuddin

 

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: