//
you're reading
goresan, goresan Daeng, Opini, Pendidikan

Ayah dan Ibu “Karena Engkau Begitu Istimewa”

dibulan Syawal ini, di tengah kegembiraan pasca Ramadhan, terselip beberapa berita duka ke inbox HP.

kabar dari kawan yang kehilangan sosok AYAH.

kunasehatkan untuk diriku yang masih memiliki Ayah dan dirimu yang kini kehilangan sosok Ayah, bahwa ketika Allah mengistirahatkan Ayahmu, mungkin ALLah melihat bahwa kini (jika engkau laki-laki) sudah pantas menggantikan Ayahmu. Engkau Sudah pantas mengambil alih peran, sudah pantas mengemban tanggung jawab, dan sudah pantas menjadi seorang Kepala Rumah Tangga, Sehingga kini Ayahmu di isitirahtkan oleh Sang Khaliq. Maka tak ada lagi gunanya berkeluh Kesah terimalah amanah tersebut dan amanah terbesar yang ada dipundakmu adalah menyelamatkan dirimu dan Keluarga-Mu dari API NERAKA.

dan jika engkau adalah seorang wanita yang kini sudah kehilangan sosok Ayah/Ibu atau mungkin keduanya.
Bukankah bagimu mereka adalah sosok terbaik yang pernah ada ?terlepas dari segala kelemahan yang ada padanya
Bukankah mereka adalah sosok yang begitu penting dan sangat berharga? walaupun saat mereka masih ada kita kadang menggapnya hina dan tak berharga bahkan kadang membentak dan malas jika disuruh ini dan itu?

maka tak ada lagi gunanya berkeluh kesah atas ketidakhadiran mereka. engkau akan menjadi sosok Ibu esok, maka lahirkan sosok lelaki yang kelak bisa menjadi sosok pemimpin bertanggung jawab sebagaimana Ayahmu, lahirkanlah sosok wanita-wanita tangguh yang siap menjadi pendamping para pemimpin, yang siap menjadi tiang-tiang negara dan menjadi bidadari-bidadari dunia. Engkaulah yang paling bertanggung jawab terhadap hal tersebut. jadikanlah rumahmu sebagai rumah tarbiyah tempat anak-anakmu Belajar tentang hidup dan kehidupan, tentang Allah dan Rasulnya dan tentang negeri Akhirat yang kelak jadi tujuan.

dan Untuk kita semua yang masih memiliki sosok Ayah dan Ibu. Kehadiran mereka adalah Nikmat tak terkira dari yang Maha Kuasa. Senyummu kepadanya bernilai pahala, baktimu kepadanya akan berbalas surga. maka senantiasalah berbuat baik kepada mereka walaupun itu semua tidak akan mampu membalas apa yang telah dilakukannya kepada kita.

kunasehatkan kembali untuk diriku dan dirimu, “Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” (H.R Bukhari)

akhirnya, hanya do’a lah yang bisa terus kita maksimalkan untuk mereka. Semoga ALlah mengampuni dosa-dosa kita dan orang tua kita. Semoga Allah berkenan mengumpulkan kita semua di dalam Surganya, kembali berkumpul dengan keluarga-keluarga kita masing-masing. KARENA KITA SUNGGUH MERINDUKAN MEREKA.

Ya Tuhanku, ampuni daku dan kedua orang tuaku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, serta seluruh mukminin dan mukminat. (Nuh/71: 28)

Duhai Tuhanku, sayangi kedua orang tuaku sebagaimana mereka mendidikku di masa kecilku. (Al-Isra’/17: 24)

Semoga bermanfaat

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: