//
you're reading
Jendela Islam, Pendidikan, Tarbiyah

Semangat Pendidikan di Hari Pendidikan Nasional

hardiknasTanggal 2 Mei yang jatuh setiap tahun merupakan hari yang bersejarah dan cukup penting bagi insan pendidikan Negeri ini, karena setiap tahunnya tanggal ini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Semangat pendidikan tentunya menjadi hal yang esensial untuk terus diperbaharui dan terus diperjuangkan bagi generasi pelanjut bangsa di hari ini. Tidak hanya itu hari ini juga tentu akan menjadi hari yang penting untuk mengingat kembali moment-moment bersejarah berkaitan dengan dunia pendidikan, dan tentu saja yang tidak kalah penting untuk selalu kita ingat adalah jasa-jasa besar para pahlawan dunia pendidikan di negeri ini.

Ya, semangat itu harus tetap ada kawan! Semangat Pendidikan untuk terus memajukan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan lebih dihormati.

Namun harapan akan semangat pendidikan itu seakan masih jauh dari harapan jika kita mengamati kenyataan pendidikan di negeri ini. Berbagai masalah masih saja terus ada walau upaya perbaikan tak kalah gencar dilakukan oleh berbagai pihak.

Tentunya pertanyaan pun muncul di benak kita, apa yang salah dengan dunia pendidikan? ANGGARAN pendidikan nasional ditaksir Rp371,2 triliun dari total rancangan APBN 2014 yang mencapai Rp1.816,7 triliun. Dan Itu berarti pada 2014 anggaran pendidikan mengalami kenaikan 7,5% dari APBN 2013 yang “hanya” Rp345,3 triliun. Dan sebanyak 65% dianggarkan untuk gaji guru dan dosen (sindonews.com).

Pemerintah juga telah mengupayakan berbagai usaha dalam rangka perbaikan dan peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan dengan memperbanyak kesempatan bersekolah bagi siswa kurang mampu lewat jalur beasiswa. Namun demikian, sepertinya kualitas pendidikan negeri ini tak kunjung baik dan tak kunjung beranjak dari angkanya yang mengkhawatirkan. Bahkan jika kita melihat dari sisi yang lain dari dunia pendidikan, maka angka suram masih saja tercetak dipelupuk mata. Cobalah kita tengok berbagai aksi kenakalan remaja yang teraplikasikan lewat aksi tawuran antar sekolah, aksi gank motor, aksi kecurangan saat Ujian Nasional, perilaku bulling, seks bebas, narkoba, dan berbagai aksi-aksi diluar nalar yang secara normal tidak boleh dilakukan oleh seorang yang mengenyam dunia pendidikan. Sekali lagi apa dan atau siapa yang salah??

Di kesempatan yang berbahagian ini saya ingin memposting sebuah tulisan yang semoga bisa menjadi salah satu upaya pencerahan bagaimana mengatasi problematika dunia pendidikan di negeri ini. Tulisan ini sendiri adalah sebuah ceramah singkat khutbah jumat hari ini yang sangat menyentuh dan berkesan. Khutbah dari seorang ustadz di Makassar yang bagi para kalangan penuntut Ilmu syar’I sudah tidak asing lagi, beliau adalah ustadz Yusran Anshar Lc, M.A Hafidzahullah.

dalam kesempatan ini beliau mengingatkan kepada para jama’ah, terkhusus bagi para ayah dan calon ayah, bahwa pendidikan yang utama adalah pendidikan di dalam rumah tangga yang actor utamanya adalah orang tua itu sendiri. Hari ini orang-orang terlalu banyak berharap kepada lembaga-lembaga pendidikan yang dipandang punya kapasitas dalam mencetak generasi yang berkualitas namun mereka lupa bahwa pendidikan yang utama adalah pendidikan di rumah itu sendiri. Dan demikianlah islam mengajarkan syariatnya bahwa orang tua adalah panutan dan para guru bagi anak-anaknya.

Beliau juga tak lupa menyebutkan salah satu tokoh utama pendidikan yang telah mendapatkan rekomendasi langsung dari Allah Sang Rabb semesta Alam. Siapakah dia?? Dia adalah Luqman Al Hakim, seorang yang soleh yang diabadikan namanya dalam Alquran bahkan menjadi salah satu nama surah. Yakni Surah Al-Luqman. Masya Allah. Dan salah satu sebab Luqman menjadi salah satu hamba Allah yang terpilih karena nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan olehnya kepada anak-anaknya di rumahnya.

paling tidak ada tujuh point utama yang menjadi modal utama pendidikan yang ditanamkan Luqman Rahimahullah kepada anaknya, yang Insya Allah juga menjadi kunci kesuksesan dalam dunia pendidikan jika kita pun menerapkannya. Dan ketujuh point tersebut diabadikan oleh ALlah Allah subhanahu wa taala lewat firmannya dalam surah Al-Luqman.

berikut penjelasan ringkasnya :

Nasehat pertama, termakhtub dalam Q.S Al-Luqman ayat ke 13 yakni :Ya bunayya laa tusyrik billah, innasy-syirka ladzulmun ‘adziim,” ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah dengan apapun, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar

Inilah nilai dan pendidikan pertama yang harus ditanamkan kepada seorang anak, yakni persoalan Aqidah Tauhid, karena hal ini adalah persoalan paling penting dari semua persoalan yang ada. Persoalan Aqidah adalah persoalan yang akan menentukan nasib kita dikampung akhirat, apakah kita berhak mendapatkan syurga Allah atau justru kita menjadi orang yang ditempatkan dineraka Allah, Walyaudzubillah. Perbuatan syirik merupakan sesuatu yang buruk dan tindak kedzaliman yang nyata. Karena itu siapa saja yang menyerupakan antara Khalik dengan makhluk, tanpa ragu-ragu, orang tersebut bisa dipastikan masuk dalam golongan manusia yang paling bodoh . Sebab perbuatan syirik menjauhkan seseorang dari akal sehat dan hikmah sehingga pantas digolongkan ke dalam sifat dzalim. Ayat ini juga menekankan bahwa seorang ayah harus menanamkan kepada anaknya tentang nilai Tauhid bahwa tidak ada agama yang benar selain Islam. Hanya Islam satu-satunya agama yang diterima disisi Allah Subhanahu wa ta’alah., dengan tentu saja tetap memperhatikan sikap yang baik dan bijak terhadap penganut agama lain. Innaddina Indallahil Islam.

Nilai yang kedua yang ditanamkan Luqman Kepada Anaknya yakni sikap berbakti kepada orang Tua. Dalam Q.S Al Luqman ayat yang selanjutnya yakni ayat ke-14 yang artinya Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Hak orang tua adalah hak yang sangat besar yang harus ditunaikan oleh seorang anak kepada orang tuanya. Begitu banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan bahwa setelah Hak Allah kita tunaikan maka yang selanjutnya harus ditunaikan adalah haq kepada kedua orang tua. Kecuali jika keduanya mengajak engkau kepada kesyirikan dan kemaksiatan maka jangan ikuti keduanya, namun demikian tetaplah bersikap baik kepada mereka.

Nilai yang ketiga, terdapat pada ayat ke 15 yakni Wattabi’ sabila man anaba ilayya tsumma ilayya marji’ukum faunabbiukum bima kuntum ta’lamun “Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada ku,kemudian tempat kembalimu kepadaku, lalu kuberitahukan kepada mu apa-apa yang kamu kerjakan”

Dalam ayat ini Luqman memerintahkan kepada anaknya untuk mengikuti dan menjadikan idola  orang-orang sholih yang menitih jalan Allah. Perkenalkan kepada mereka bahwa yang paling pantas untuk diidolakan, dijadikan figur, dan dijadikan tauladan adalah mereka. Perkenalkan kepada anak-anak anda para Nabi dan Rasul ceritakan dan kisahkan kepada mereka tentang para Nabi dan Rasul. Perkenalkan kepada para anak-anak anda  para sahabat-sahabat Rasulullah diantaranya adalah Abu Baqar, Umar, Utsman, Ali, Khalid bin walid, dan sederatan orang-orang soleh lainnya dan pahlawan-pahlawan besar agama ini. Kisahkan kepada mereka kisah heroic para sahabat, kisah-kisah penuh pengorbanan dan perjuangan, sehingga anak-anak kaum muslimin tidak menjadikan orang-orang kafir yang mendurhakai Allah dan Rasulnya sebagai idola-idola mereka.

Yang keempat adalah pesan Luqman kepada Anaknya di ayat yang ke 16 yang artinya:  (Luqman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Mahateliti

Pesan pada ayat ini agar orang tua senantiasa menanamkan sifat Muraqabatullah (merasa senantiasa diawasi Allah Subhanahu wa Ta’ala) kedalam diri anak. Tanamkan pada diri mereka bahwa sungguh perbuatan dan amalan sekecil apapun dibumi, bahkan sebesar biji sawi sekalipun kelak akan dihisab dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Hal ini penting ditanamkan kepada Anak agar jangan sampai seorang anak dihadapan orang tuanya menjadi anak yang nampaknya sangat manis dan sangat berbakti kepada orang tuanya, namun ternyata di luar sana yang jauh dari pengawasan orang tuanya mereka bertindak tidak pantas dan melakukan perbuatan yang mencoreng kehormatan orang tuanya, yang menjatuhkan martabat keluarganya. Mereka hanya takut kepada kedua orang tuanya dan dia lupa bahwasanya Allah senantiasa mengawasi perbuatan mereka. DAN KEBIASAAN INI SANGAT PENTING UNTUK MENDIDIK PARA CALON PEMIMPIN YANG TIDAK PERLU LAGI DIAWASI, YANG TIDAK HANYA TAKUT KEPADA PENGAWASAN MANUSIA, TAPI IA JUGA SENANTIASA MENGINGAT BAHWA ADALAH ALLAH YANG SELALU MENGAWASINYA.

Kemudian nilai yang kelima adalah Yaa Bunayya Aqimissolah! “Wahai Annakku Tegakkan Sholat!”

Ini juga adalah hal penting yang harus ditanamkan kepada Anak, perasaan cinta untuk beribadah untuk senantiasa bersujud kepada Allah. Apatahlagi Ibadah yang agung yakni Sholat. Jika hal ini ditanamkan kepada anak-anak maka generasi yang menyia-nyiakan sholat tidak akan terlahir. Hari ini begitu banyak kita saksikan orang-orang yang mengabaikan sholat padahal ia dari segi umur sudah hampir menghadap kepada Allah Subhanahu Wa taala, namun ia tidak mengenal jalan kemesjid bahkan belum pernah sujud kepada Allah. Dan mungkin penyebabnya karena orang tuanya tidak pernah mengajarkan kepadanya untuk cinta kepada mesjid dan beribadah kepada Allah sejak dini. Olehnya itu sekali lagi penting bagi orang tua menanmkan kecintaan kepada anaknya untuk senantiasa mencintai mesjid dan beribadah kepada Allah.

Nilai yang selanjutnya adalah BERDAKWAH.  wamru bil ma’rufi wanha ‘anil mungkar wasbir ‘ala maa ashobak. Sejak dini anak-anak diajarkan kepedulian terhadap orang lain. Sejak kecil mereka diajarkan menjadi da’i-da’I cilik. Menjadi orang yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran yang ada di sekitarnya. Karena kehidupan ini adalah sebuah pertarungan antara yang haq dan yang batil, dan sekiranya anak-anak kita tidak terlibat dalam upaya perbaikan maka tentu saja mereka akan dirusak oleh lingkungan sekitarnya dan menjadi korban kebathilan.

Nilai yang terakhir adalah Pentingnya mengajarkan anak akhlak yang mulia dan mengingatkan kepadanya agar menjauhi akhak tercela. wa laa tusa’ir haddaka linnas wa laa tamsyi filardi marohann Innallaha laa yuhibbu kulla mukhtaalinfakhur yang artinya “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri”. Serta di ayat yang selanjutnya waqsid fii masy yika wagdhudd min shautika inna angkaralashwaati lashautulhamiir yang artinya “Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”

Nilai yang terakhir ini menekankan pada akhlakul karimah, sampai pada cara berjalan pun seorang anak diperintahkan berjalan dengan cara yang benar, tidak dengan sombong dan berbicara pun berbicara dengan kata-kata yang baik. Hal ini dilakukan agar para anak tidak menjadi anak-anak yang menyusahkan orang lain. Insya Allah jika hal ini diterapkan maka persoalan gank motor pun tak akan pernah terdengar gaungnya. Dan persoalan gank motor ini tentu saja menjadi PR utama para orang tua dirumah. Sekali lagi mungkin penyebabnya kita tidak menjadikan rumah kita sebagai madrasah untuk kemudian menanamkan Akhlaqul kaarimah kepada mereka.

Demikan, semoga bermanfaat dan dapat menjadi masukan yang baik untuk dunia Pendidikan di Negeri ini.

Wallahu ‘alam

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: