//
you're reading
KKN, Tarbiyah, UNM

Pengalaman KKN Sepekan!

2014-02-16 08.48.20Innamal a’malu binniyat! Demikianlah potongan nasehat yang indah dari salah seorang senior di hari-hari menjelang keberangkatanku menuju lokasi KKN. Nasehat ini sebenarnya hanya disampaikan dalam forum nonformal alias bincang-bincang santai pasca pertemuan resmi musyawarah dengan ketua Umum FSI RI UNM

Namun nasehat, yang juga potongan hadits dari Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, itu begitu membahana dalam benakku, seakan mendesak nurani untuk segera meluruskan kembali niat sebelum berangkat KKN. Apalagi saat itu sang senior menyampaikan nasehatnya dengan raut wajah yang cukup serius dan perhatian yang cukup dalam, tidak seperti biasanya ketika ia memberikan nasehat-nasehat di saat-saat santai, kadang dibumbui dengan guyonan-guyonan tidak penting J. Hal tersebutlah yang mungkin semakin menambah kuat pesannya.

YA!, untuk apa sebenarnya kita berangkat KKN saudaraku? Apakah hanya sekedar menuntaskan kewajiban mata kuliah?? Hendak mengejar Nilai A?? Ajang Liburan dan Santai?? Ajang cari jodoh?? Atau ajang istirahat dari aktivitas padat di Makassar untuk kemudian meluruskan Urat-urat syaraf yang tegang disebabkan banyaknya beban pikiran?? Ataukah mengejar tendensi-tendensi dunia yang lain?? Wallahu musta’an.

Akhirnya, kembali aku melakukan perenungan saat pertemuan tersebut usai, kubulatkan tekad kembali bahwa ajang KKN adalah ajang menebar kebaikan, kebaikan kepada masyarakat dan kebaikan kepada teman posko.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan rekomendasi untuk segera mengagendakan sebuah forum pertemuan untuk membekali para ikhwa dan akhwaat yang akan berangkat KKN agar tetap istiqomah di lokasi KKN agar kedepan para ikhwa dan akhwaat yang berada di lokasi KKN tetap istiqomah dan menekankan agar senantiasa berada dalam ketaatan walau berada dilingkungan yang jauh dari para ikhwa, Ittaqillah khaitsu ma kunta!!!.

Tidak lama kemudian jadwal pembekalan dan pemberangkatan KKN dari Pihak LPM UNM Makassar dikeluarkan. Sebuah kabar gembira bahwa KKN Reguler yang aku program bersama 2 orang saudaraku yang kucintai karena Allah, Insya Allah, Abu Ahmad dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Abu Umar dari Fakultas MIPA yang juga baru memprogramkan KKN semester ini, akan bersamaku dalam satu kecamatan, dan itu Artinya peluang untuk berada pada satu posko (desa/kelurahan) terbuka sangat lebar. Namun, seorang lagi saudaraku harus terpisah kabupaten disebabkan dia memprogramkan KKN-PPL Terpadu yang berbeda orientasinya dengan KKN Reguler.

Oh iya, hasil pertemuan dengan ketua Umum FSI RI UNM (Lembaga Dakwah di UNM) juga menghasilkan rekomendasi bahwa kami yang berangkat KKN harus berada pada satu posko agar bisa senatiasa selalu saling mengingatkan selama berada di lokasi KKN. Demikan pula dengan saudari-saudari kami yang perempuan. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa kita akan lebih kuat jika bersama, dan tentu malu berbuat dosa jika berada ditengah-tengah orang soleh.

Singkat cerita, lewat perjuangan yang keras dan do’a tentu saja, kami bertiga, saya, Abu Ahmad, dan Abu Umar berada dalam satu posko di kelurahan yang sama. Dan kami bertiga mendapatkan amanah dari Bapak Pembina untuk menjadi kordinator di lokasi KKN. Abu Umar sebagai Kordinator Kecamatan, Abu Ahmad sebagai Sekertaris Kecamatan, dan saya sendiri ditunjuk sebagai Kordinator di Kelurahan.

Dua hari sebelum berangkat, kami masih sempat mendapatkan arahan teknis dari Ketua Umum FSI RI UNM selama berada dilokasi KKN. Juga tak lupa terselip nasehat untuk senantiasa meluruskan niat dalam KKN, bahwa ajang KKN bukan ajang bersantai tapi ajang untuk menebar kebaikan, kebaikan agama Allah yang mulia, hanya medannya saja yang berbeda. Beliau juga kembali menegaskan tentang ujian-ujian yang kemungkinan besar akan kami alami di lokasi KKN, diantaranya adalah perkara syahwat dan syubhat dari teman-teman posko. Tak lupa beliau, mengingatkan kami untuk senantiasa berdo’a agar tempat dan lingkungan kami di posko KKN itu kondusif untuk melaksanakan kebaikan dan menebarkan kebaikan. Barakallahu fiikum!

Tak lama setelah itu hari pemberangkatan pun tiba, Sabtu, 15 Rabiul Ukhra 1435 H, bertepatan dengan 15 Februari 2014. 3 bis berangkat Menuju kota Pangkajene, Kabupaten Sidrap membawa mahasiswa UNM yang akan KKN, termasuk saya.. Hari tersebut menjadi hari-hari yang berat, terlebih lagi kami belum mengetahui siapa teman-teman posko perempuan yang akan kami temani bekerjasama dalam menyukseskan program kerja. Harusnya hari ini sudah jelas siapa-siapa saja mereka, namun karena adanya beberapa perubahan maka semuanya serba tidak jelas. Yang jelas hanya satu kami bertiga akan seposko dengan teman-teman perempuan awwam. Ittaqillah!!!

Perjalanan menuju lokasi tak luput dari perhatianku, saat berada di Kampus menjelang keberangkatan, seorang ikhwa yang mengantar untuk melepas kepergian kami mengingatkan bahwa berhati-hatilah saudaraku, karena Bis biasanya full music dan tentu hal itu bukan kabar baik jika sepanjang jalan harus mendengarkan dendang-dendang tak jelas yang dapat merusak dan mematikan hati. Akhirnya kuputuskan mengambil tempat dekat supir untuk mencegah hal tersebut. Benar saja baru beberapa meter Bis melaju salah seorang penumpang yang tentu saja mahasiswa KKN berusaha menyambungkan handphone-nya ke speaker mobil. Tujuannya? Apalagi kalau bukan ber-DJ Ria dengan dentuman music. Tapi, Alhamdulillah usaha tersebut berhasil kucegah dengan dalih bahwa tidak semua orang suka music dan boleh jadi akan ada teman yang terganggu dengan hal tersebut. Berhasil!! Namun sayangnya hanya sampai di kabupaten Pangkep yang berjarak kurang lebih 2 jam perjalanan dari Makassar. Karena saat mobil beristirahat dan saya turun dari mobil dengan sigap sang perempuan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memutar music. Ya sudahlah apa daya, akhirnya sebagian besar mahasiswa berdendang Ria tidak jelas dan saya pun lebih memilih memasang headset untuk mendengarkan hal-hal yang lebih bermanfaat dan menentramkan hati. PARAHnya lagi belakangan kuketahui bahwa perempuan tersebut adalah salah satu teman poskoku yang juga TERNYATA SEORANG MODEL PROFESIONAL, bisa dibayangkan saudarakau bagaimana sikap, penampilan, pola pikir, dan gaya berpakaiannya? Mengerikan pastinya buat orang-orang yang berusaha menjaga hatinya.

Kurang lebih 5 jam perjalanan akhirnya kami tiba di kota pangkajene, penyerahan dan penerimaan mahasiswa KKN Reguler dan Terpadu di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap dilaksanakan di Kantor Kecamatan. Disini sudah jelas juga siapa-siapa teman-teman posko kami, siapa yang akan menemani kami selama DUA BULAN kedepan.

Tersebutlah nama-namanya, 3 orang ikhwa bersama lima orang perempuan lainnya, 1 orang model, 1 orang tampang model (amatiran), 2 orang yang biasa-biasa saja dan cukup penurut, dan 1 orang yang nampaknya punya pendirian teguh. Sekedar info, perempuan yang terakhir ini yang sudah kami temui sebelumnya dan dengan beberapa teknik psikologis kami berhasil menarik komitmennya untuk membantu kami mengaplikasikan beberapa peraturan posko kedepan.

Setelah prosesi serah-terima berlangsung, tiap-tiap kelurahan menjemput masing-masing mahasiswanya, termasuk kami yang kemudian diarahkan menuju Kelurahan Lakessi. Perjalanan dari kantor kecamatan menuju posko sekitar 7 menit. Teman-teman perempuan berangkat dengan mobil, saya berboncengan dengan staff kelurahan dan dua orang saudaraku saling bergoncengan Karena kebetulan Abu Umar membawa motornya. Di tengah perjalanan inilah bersama staff kelurahan saya langsung dikagetkan Karena ternyata malam ini dikelurahan kami akan diadakan acara maulid, sepertinya ujian langsung datang dan tentu saja kami harus berpikir bagaimana caranya lepas dari acara tersebut. Karena kami disuruh hadir sekaligus untuk perkenalan ke warga.

Setibanya di rumah yang menjadi posko kami masih berpikir bagaimana kehidupan kami dua bulan kedepan, akankah waktu-waktu keberadaan kami disini akan dihabiskan dengan para wanita yang tak mampu menjaga auratnya, bersama para wanita yang tak mampu menjaga hijab dan batasan-batasan pergaulannya, bagaimana tidur, mandi, dan hal-hal lainnya yang bersifat pribadi kami akan lakukan kedepan? Karena tidak mungkin kami lakukan aktivitas pribadi itu dengan bebas di saat para wanita asing tersebut ada disekitar kami. Wallahu musta’an.

Setelah beristirahat beberapa saat saya kemudian menyampaikan kepada teman-teman bahwa, Insya Allah sebentar sore sekitar pukul 17.00 wita kita akan briefing dulu untuk pembahasan beberapa hal yang perlu untuk dibahas.

Tak disangka pertolongan Allah datang. Setelah melaksanakan sholat Ashar di mesjid dan berkenalan dengan beberapa orang warga, kami langsung bergegas pulang untuk persiapan briefing. Ternyata teman-teman perempuan di posko kami lagi gusar, karena ternyata fasilitas rumah yang cukup penting, kamar mandi, sementara under construction, hal ini disadari oleh Bapak posko kami, sehingga Bapak memutuskan untuk memindahkan posko teman-teman perempuan kerumah keluarganya yang lain, yang berjarak sekitar 200 m, dari posko utama. Alhamdulillah, Allah mungkin tahu bahwa kami belum kuat di uji dengan godaan syahwaat, sehingga menakdirkan kami berpisah rumah, berpisah rumah antara laki-laki dan perempuan. Dan memang hal inilah yang kami harapkan agar bisa terhindar dari fitnah yang belum tentu bisa kami selamat darinya.

Saat briefing, kami pun menjelaskan beberapa hal teknis kepada teman-teman, diantaranya tujuan keberadaan kita disini. Kami juga menjelaskan beberapa hal prinsip yang perlu disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman kedepan, misalnya teknis rapat, teknis makan, dan teknis bepergian keluar rumah (karena kami tidak membonceng perempuan, namun jika perempuan jalan kami siap mengorbankan motor untuk kemudian dipakai saja oleh mereka).

Beberapa hal yang mereka anggap asing tersebut sempat dikeluhkan, namun berkat beberapa trik psikologis dan lobby yang cukup alot, mereka akhirnya bisa menerima hal tersebut.

Alhamdulillah, Kami berpisah rumah (antara laki-laki dan perempaun), makan tidak gabung walaupun makanan tetap disiapkan oleh teman-teman perempuan, Rapat dengan menggunakan pembatas, tidak saling membonceng antara laki-laki dan perempuan. Benar-benar pertolongan Allah yang pastinya tahu kadar keimanan kami yang masih sangat lemah.  

Alhasil terciptalah suasana KKN yang cukup ideal, saya pribadi merasakan hal demikian. Walaupun tentu tak seIdeal dengan keberadaan kami di Makassar, tapi paling tidak berkumpul bersama para ikhwa dalam segala aktivitas selama berada dilokasi KKN adalah nilai lebihnya, paling tidak ada yang bisa mengingatkan saat kondisi keimanan sedang lemah. Belum lagi fasilitas rumah yang menyediakan layanan TV Parabola yang mampu menangkap beberapa saluran TV Islami, Bapak posko yang hanif dan berpendidikan, warga yang ramah bersahaja, serta mesjid-mesjid yang syar’I tanpa kuburan didepannya. Dan kabar bahagia yang lain kami sudah intensif berkomunikasi dengan para ustadz bermanhaj salaf di sini, sehingga bisa tetap tarbiyah dan ikut pengajian.

Ya, dan tanpa terasa kami sudah berada tepat seminggu di sini, kota yang Indah walaupun agak panas, bahkan terkadang pada titik tertentu lebih panas dari pada Makassar. Namun, keberadaan para ikhwa disekelilingku mampu membawa kesejukan tersendiri. Senyum lugu para santri di sore hari, sapaan dan sikap bersahaja masyarakat disini pun semakin menambah kesejukan itu. Walau terkadang masih saja ada beberapa ritual yang mereka anggap sebagai ibadah namun tidak dicontohkan oleh Rasulullah, semoga kedepan kami bisa menjelaskan dengan cara yang hikmah tentu saja.

Perlu juga kami sampaikan, semalam, telah kami langsungkan Seminar program kerja kelurahan, yang Alhamdulillah cukup antusias dihadiri oleh warga, kurang lebih 40an warga hadir pada acara tersebut. Tentu kehadiran mereka ingin mendengarkan pemaparan dan rencana program kerja yang akan kami laksanakan selama kami berada disini. Jumlah yang hadir cukup banyak, Alhamdulillah, dibanding dengan posko yang lain yang sangat minim partisipasi dari masyarakat kelurahannya. Tentu ini berkat do’a dan sosialisasi yang baik dari kami. Karena di awal-awal keberadaan kami disini hal yang kami prioritaskan adalah bertemu dengan para tokoh agama dan masyarakat serta mendatangi seluruh mesjid yang ada dikelurahan ini untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Semoga, citra awal yang baik yang kami bangun ini dapat semakin memudahkan program kerja yang bersifat dakwah yang kami rencanakan kedepan. Belum ada yang tahu apa yang bakalan terjadi hingga 2 bulan kedepan. Namun yang pasti keisitiqomahan terhadap syariat dan syiar agama yang mulia ini harus terjaga. Dan tak terasa sudah sepekan kami berada di lokasi ini, semoga Allah senantiasa menguatkan hati ini dan tetap memalingkannya dalam ketaatan.
ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik

Ittaqillah Khaitsu ma qunta!

Wallahu ta’ala a’lam.

Oleh Abu Ubaid di Kota Pangkajene, Sidrap, 22 Rabiul Akhir 1435 H/ 22 Februari 2014 M

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

One thought on “Pengalaman KKN Sepekan!

  1. Subhanallah
    Pengalaman yang luar biasa
    Semoga KKN nya lancar dan dirahmati oleh Allah SWT
    Aamiin

    Posted by Jamil Risqullah | February 22, 2014, 5:49 pm

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: