//
you're reading
Manhaj Salaf

Masih Edisi Maulid

saya termasuk orang yang tidak merayakan NATAL RASULULLAH (baca Maulid), selain karena perkara tersebut adalah perkara ikut-ikutan bagi penganut ajaran lain, juga karena hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh tiga generasi awal terbaik Islam.

walau demikian, saya yakin kita semua cinta sama Rasulullah. baik merayakan maulid maupun tidak.

yang tidak merayakan memilih untuk bersikap berhati-hati, karena hal ini tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah dan tiga generasi awal (generasi terbaik) Islam.

adapun yang merayakannya ingin menjadikannya sebagai sebuah moment untuk mengenang kembali Rasulullah (walaupun hal ini keliru), tapi mungkin mereka belum tahu bahwa wujud cinta sejati adalah ketika engkau mengenangnya dalam keseharian, dalam setiap hembusan nafas, dan dalam setiap detik waktu yang berlalu.

saya jd teringat acara maulid 2 atau 3 tahun yang lalu.
sy datang sholat dzuhur di mesjid kompleks, jamaahnya g cukup 1 shaf.

ternyata ada pengumuman setelah sholat duhur, bahwa akan ada perayaan Maulid di mesjid, alhasil sekitar 30 menit kemudian banyak warga kompleks yang datang.

setelah berlangsung sekitar 1.30 menit acara maulid pun usai.
setelah itu para hadirin dan hadirat yang hadir pun kembali kerumah, padahal sholat ashar tinggal sebentar. klo yang pulang jamaah wanitanya. maka tidak ada masalah.

tapi bapak2 pun banyak yang pulang. jadinya, yang sholat jamaah tetap aja kurang, g cukup 1 shaf, cuma 5-7 orang klo tidak salah.

kalau maulid diharapkan jadi syiar, maka harusnya setelah perayaan Maulid, jumlah orang yang sholat berjamaah lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. wallahu a’alam

padahal waktu acara maulid puluhan yang datang..
padahal yang sunnah (yang dicontohkan Rasulullah) adalah sholat berjamaahnya.

orang lebih memilih merayakan Maulid yang tidak pernah di contohkan ketimbang Sholat Berjamaah yang sudah jelas di contohkan Rasulullah. Naudzubillah..

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

2 thoughts on “Masih Edisi Maulid

  1. saya baru tau kalo maulid gak pernah bener2 dicontohkan sebelumnya. keep writing and sharing.

    Posted by Ilham | January 14, 2014, 10:31 pm

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: