//
you're reading
Umum

Manusia Primitif Menyelesaiakan Masalah dengan Batu dan Api

Ketika nama Universitas Negeri Makassar (UNM) disebut, seringkali yang muncul dalam pikiran orang-orang adalah kekerasan, tawuran, dan aksi Mahasiswa yang anarkis, terutama bagi kalangan luar UNM. Hal ini dapat kita lihat dari cerita para dosen atau mahasiswa yang berkunjung ke suatu tempat untuk mengikuti sebuah event atau kegiatan. Mereka sering mendapatkan pertanyaan dan pernyataan yang kurang lebih berkaitan dengan masalah tawuran dan aksi-aksi kekerasan yang sering terjadi di kampus Orange.

Cerita tawuran dan aksi kekerasan bagi UNM seolah telah menjadi hal yang lumrah dan menjadi identitas kampus, padahal aksi kekerasan ini hanya dilakukan oleh sebagian kecil mahasiswa UNM saja. Namun, publish media yang begitu kuat dan berita kekerasan yang menjadi salah satu topic menarik untuk di wartakan pada akhirnya menjadikan kekerasan sebagai identitas Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, istilahnya adalah Bad News is a Good News. Padahal, Mahasiswa UNM juga punya prestasi punya prestasi yang juga patut untuk dibanggakan. Misalnya saja, prestasi dari salah satu UKM di UNM yang fokus pada bidang penelitian. UKM ini sudah sangat sering membanggakan UNM ditingkat Nasional. Tidak hanya pada tingkat UKM, dikategori Individu pun Mahasiswa UNM mampu berprestasi, hal itu dapat dilihat dari prestasi teranyar mahasiswa UNM dari Fakultas MIPA, Andi Citra Pratiwi, yang berhasil meraih Juara II ON-MIPA PT 2013.

Namun demikian, prestasi yang diraih oleh UNM memang masih kalah dari Universitas lain, khususnya yang ada di Pulau Jawa. Ini tentunya menjadi PR segenap civitas akademika UNM, agar bisa berpresetasi lebih baik lagi kedepannya dan punya nilai saing yang lebih terhadap Universitas-universitas lain yang ada di Indonesia.

Selanjutnya, muncul pertanyaan. apa solusi yang harusnya diupayakan oleh UNM dalam menyikapi persoalan tawuran dan aksi-aksi kekerasan yang lain?

Saya sendiri telah menjadi mahasiswa aktif UNM selama kurang lebih tiga tahun, terhitung sejak tahun 2010, dan saat ini selain aktif dibangku perkuliahan saya juga aktif sebagai salah seorang pengurus Biro Kegiatan Mahasiswa di tingkat Fakultas. Selama kurun waktu itu pula saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, terutama dari dosen dan senior, dan dari pandangan subjektif saya, dapat ditarik sebuah hipotesa bahwa hal utama yang menjadi persoalan munculnya aksi kekerasan di UNM adalah adanya paradigma yang salah dalam menyikapi sebuah persoalan.

Taruhlah misalnya masalah kenaikan BBM, ketika isu ini bergulir maka dengan segera para mahasiswa yang mengaku aktivis kampus lantang bersuara, meneriakkan perlawanan dan kata tidak setuju. Dan aksi ini tentu saja dilakukan di tempat-tempat umum seperti jalan-jalan protocol. Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat. Padahal aksi seperti ini menimbulkan masalah lain, yakni kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas. Hasilnya dapat ditebak, perekonomian macet dan lagi-lagi imbasnya kembali kepada masyarakat. Tidak heran jika akhir-akhir ini mahasiswa di Makassar sering mendapat aksi antipatik dari masyarakat itu sendiri, dari orang-orang yang katanya mereka perjuangkan.

Yang banyak tidak dipikirkan oleh kawan-kawan mahasiswa bahwa demonstrasi bukan satu-satunya jalan dalam menyikapi harga kenaikan BBM, masih ada cara-cara lain yang sangat patut dicoba. Misalnya saja, kawan-kawan mahasiswa yang berasal dari Fakultas Tehnik, harusnya mereka mampu mencipta sebuah perlatan yang tidak menggunakan lagi BBM atau paling tidak hemat dalam penggunaan BBM. Kawan-kawan dari Fakultas MIPA, khususnya Jurusan Kimia dan Biologi harusnya mencoba menemukan sumber alternatif energi baru bagi masyarakat selain bahan bakar dari fosil, sehingga walaupun harga BBM melambung tinggi dan tidak mampu lagi dijangkau harganya, tidak akan memberikan efek minor kepada Masyarakat bawah. Demikian juga mahasiswa dari latar belakang Konseling dan Psikologi, ketika masyarakat merasa frustasi dengan kenaikan BBM ada upaya-upaya yang dilakukan secara psikologis untuk membantu meringankan beban yang diemban oleh masyarakat kecil, sehingga usaha mahasiswa betul-betul menyentuh ditingkat akar rumput (hingga kalangan masyarakat bawah). Jika ini yang kita lakukan sebagai seorang mahasiswa, maka apa yang tercantum dalam tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat benar-benar dapat terealisasi dan tidak musti menunggu saat PPL dan KKN.

Langkah awal dalam menanamkan pola pikir seperti ini harus dimulai dari tingkat paling bawah, yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa, yakni tingkat jurusan dan prodi. Upaya doktrinisasi pola pikir yang keliru lewat kegiatan-kegiatan mahasiswa di tingkat jurusan dan prodi harus segera diputus . Terutama kepada Mahasiswa Baru. Jargon yang selama ini digembar-gemborkan yaitu mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control, & Agent of Intelectual harus diluruskan sedini mungkin. Sehingga generasi pencinta tawuran dapat diputus dan digantikan dengan generasi yang lebih beradab dalam menyampaiakan suaranya.

Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa dalam rangka menyampaikan aspirasinya, namun yang harus kita ingat bahwa ketika menyampaikan pendapat hendaklah menyampaikan dengan bijak dan tidak menimbulkan aksi-aksi anarkis yang merugikan kita semua, karena DEMONSTRASI BUKANLAH SATU-SATUNYA JALAN, TAPI SALAH SATU JALAN.

Sebagai penutup saya ingin mengingatkan kembali salah satu ungkapan Bapak Jusuf Kalla saat menghadiri dies natalis salah satu Universitas Negeri yang ada di Makassar (10/09/2009), bahwa Manusia Primitif itu Menyelesaikan Masalah denga batu dan api. Terakhir, saya juga mengingatkan kepada seluruh civitas akademika untuk menekankan pembinaan Ahlaq dan pemahaman Ilmu Agama yang baik bagi setiap Mahasiswa, karena tidak nilai-nilai keagamaan senantiasa mengajarkan sikap saling menghargai dan menyayangi sesama manusia dan terbukti bahwa Mahasiswa yang mengenal ajaran agamanya dengan baik dan ikut pada program Tarbiyah (pembinaan) yang dilakukan oleh LDF di tiap-tipa Fakultas se-UNM dapat dipastikan tidak melakukan aksi-aksi kekerasan dan tawuran.

Oleh : M. Amirullah “Mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UNM & Ketua Umum Lembaga Dakwah Fakultas SCRN FIP UNM”

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

One thought on “Manusia Primitif Menyelesaiakan Masalah dengan Batu dan Api

  1. kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
    dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
    berikan 4 angkah 0473 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
    dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
    ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
    allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
    kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
    sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
    .
    yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di
    0823 1333 6747,, insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 175
    juta, wassalam.

    dijamin 100% jebol saya sudah buktikan…sendiri….

    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!

    1″Dikejar-kejar hutang

    2″Selaluh kalah dalam bermain togel

    3″Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel

    4″Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat

    5″Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
    tapi tidak ada satupun yang berhasil..

    Solusi yang tepat jangan anda putus aza….AKI SOLEH akan membantu
    anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
    butuh angka togel 2D3D4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
    100% jebol
    Apabila ada waktu
    silahkan Hub: AKI SOLEH DI NO: (((082313336747)))

    angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/

    angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/

    angka GHOIB; malaysia

    angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/

    angka GHOIB; laos

    Posted by ibudarmiyati | July 1, 2014, 11:05 am

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: