//
you're reading
Bimbingan Konseling, Konseling, Kota Makassar, Mahasiswa, Pendidikan, psikologi Pendidikan, Tugas Kuliah, Universitas Negeri Makassar

Hasil Pengamatan Sekolah

disusun oleh M. Amirullah (Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling UNM Makassar 2010)

Unit bimbingan dan konseling di sekolah merupakan unit vital yang tidak bisa dikesampingkan keberadaannya. Tugasnya untuk memantau perkembangan siswa di sekolah, baik secara fisik dan psikologis, akan banyak memberikan sumbangsih untuk terciptanya proses belajar dan mengajar yang kondusif.

Tugas tersebut tentu akan berjalan dengan lancar jika ditopang oleh manajemen yang baik oleh pihak sekolah maupun dari unit bimbingan dan konseling itu sendiri. Tidak hanya itu, tenaga profesional yang handal juga mutlak digunakan sebagai personalia bimbingan dan konseling. Salah satu indikator keprofesionalan tersebut adalah jenjang pendidikan yang linear dengan bimbingan konseling.

Sayangnya kondisi ideal di atas belum sepenuhnya terjewantahkan dengan maksimal di lapangan. Jangankan menuntut personalia BK yang profesional, tenaga BK yang ada saja saat ini masih belum merata keberadaanya di setiap sekolah. Belum lagi seklumit permasalahan yang lain yang menyangkut persoalan adiministrasi.

Di mata kuliah evaluasi dan supervisi BK, kami mendapat amanah dari dosen pengampuh, Bapak Dr. Abdullah Sinring, M.Pd, untuk melakukan pengamatan singkat di sekolah. Kami selaku kelompok 9 mendapat amanah untuk mengamati sekolah di jenjang SMP. Kami pun memilih salah satu SMP Negeri yang ada di kota Makassar pada hari Kamis, 27 September 2012, sebagai tempat untuk menimbah ilmu dan pengalaman.

Hasil Pengamatan

1.      Keadaan Fisik

Secara umum kondisi ruangan bimbingan dan konseling di SMP tersebut, yang terletak ditengah-tengah lingkungan sekolah dan berhadapan langsung dengan lapangan, cukup representatif karena telah memiliki ruangan BK sendiri yang terpisah dengan ruangan lain. Di dalamnya juga terdapat ruang konseling individu untuk siswa yang juga cukup baik karena dilengkapi dengan dinding kaca, sehingga aktivitas di dalam ruangan bisa diketahui. Selain ruangan konseling individu, juga terdapat meja kerja bagi tiap guru pembimbing dan kursi tamu yang empuk.

 2.      Rasio perbandingan Guru dan Murid

Jumlah siswa yang ada di SMP tersebut tercatat sekitar 1.100 orang, sedangkan jumlah guru BK yang ada saat ini hanya tiga orang. Satu diantaranya sebenarnya telah memasuki masa purna bakti, namun masih digunakan tenaganya karena jumlah personalian yang sangat terbatas.

Idealnya jumlah guru BK yang ada di Sekolah tersebut adalah tujuh orang, hal ini didasrkan pada rasio perbandingan ideal 1:150, yang artinya setiap guru BK diwajibkan menangani 150 orang siswa asuh.

3.      Data personil

Seperti yang telah kami uraikan sebelumnya bahwa jumlah guru BK yang ada di sekolah tersebut sejumlah tiga orang.

–          Bapak Ikhsan S.Pd                 : background Sarjana BK

–          Bapak Alimuddin, S.Pd          : background Sarjana BK

–          Hj. Dahlia (Purnabakti)           : background D.3 BK

 

4.      Keadaan Pelayanan BK

Dari wawancara lepas bersama bersama Bapak Alimuddin S.Pd, kami mendapat informasi bahwa pelayanan bimbingan dan konseling di SMP tersebut saat ini difokuskan hanya pada kelas IX saja. Hal ini dibuktikan dengan jam khusus yang diberikan kepada BK pada kelas-kelas yang ada di kelas IX. Sedangkan kelas VII dan kelas VIII tidak terdapat jam khusus pelayanan BK sehingga guru bk hanya menjadi pemain cadangan ketika ada guru lain yang berhalangan untuk masuk ke kelas.

 

B.     TANGGAPAN KELOMPOK

Dari beberapa data yang kami peroleh di Sekolah, kami menyimpulkan bahwa pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah tersebut sudah berjalan dengan baik, namun tidak berjalan dengan maksimal disebakan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah masih kurangnya kesadaran pengambil kebijakan di Sekolah, dalam hal ini Kepala Sekolah, tentang esensi BK yang sesungguhnya.

Sebenarnya kita tidak bisa mutlak menyalahkan Kepala Sekolah, karena ketidak tahuan Kepala Sekolah tentang esensi pelayanan BK yang terimplementasikan dengan tidak adanya jam khusus di dua kelas yakni kelas VII dan VIII bisa jadi disebkan juga oleh kurangnya sosialisasi dari personalia BK itu sendiri. Hal lain yang mungkin saja menyebabkan itu terjadi adalah Kepala Sekolah tidak melihat adanya kontribusi yang besar oleh guru BK terhadap siswa.

 

C.    REKOMENDASI

1.      Kepada guru BK

Kepada setiap guru BK hendaknya senantiasa meningkatkan kualitas pribadi dan juga meningkatkan kualitas profesi. Hal ini penting dilakukan agar pelayanan BK yang kita lakukan bisa lebih maksimal lagi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pribadi dan profesi, yakin dengan mengikuti kegiata-kegiatan seminar, workshop, lokakarya, ataupun pelatihan-pelatihan yang berikaitan dengan profesi kita sebagai guru BK. Dengan cara ini pemberian kualitas pelayanan yang diberikan oleh guru BK bisa lebih baik dan tentu saja dengan sendirinya akan menjadi ajang promosi tentang pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling ada di sekolah.

2.      Kepada Kepala Sekolah

Kepada  kepala Sekolah kami sangat berharap bisa memberikan porsi yang selayaknya kepada guru BK di Sekolah sehingga bisa memberikan layanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Kualitas personalia saja tidaklah cukup jika tidak ditopang dengan manajemen yang baik dan kerja sama dari setiap personalia guru yang ada di Sekolah. Penataan ruangan yang lebih baik, anggaran pelaksanaan program, dan jam khusus pelayanan BK di Sekolah adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan kedepannya.

3.      Kepada Dinas Pendidikan

Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, terkhusus kepada bidang yang membawahi bimbingan dan konseling agar kiranya dapat memberikan pelatihan-pelatihan, seminar, atau kegiata-kegiatan bermanfaat lainnya kepada guru-guru BK yang ada diwilayah Bapak agar kualitas tenaga Bimbingan dan Konseling bisa lebih ditingkatkan lagi. Selain itu sosialiasi yang gencar dan terus menerus sangat perlu di blow up sehingga semakin banyak orang yang tahu esensi dari pelayanan BK itu sendiri.

 4.      Kepada Civitas Akademika

Kepada seluruh tenaga pendidik di lingkungan civitas akademika kiranya dapat senantiasa mempersiapkan tenaga-tenaga profesional di bidang bimbingan dan konseling, melalui pembelajaran-pembelajaran mata kuliah yang aplikatif sehingga para calon konselor bisa lebih siap lagi ketika kelak sudah ditempatkan di Sekolah masing-masing.

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

5 thoughts on “Hasil Pengamatan Sekolah

  1. wah lengkap juga ya hasil pengamatannya.. sampai rekomendasi segala.. 🙂

    Posted by Gusti 'ajo' Ramli | October 1, 2012, 9:58 pm
  2. Bro tambah kawan n share2 pengalaman tukar link bro.
    mampir bro di http://gombongmotorcommunity.com/jupiter-z1/

    Posted by Gmc Paradise | October 5, 2012, 9:24 pm

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: