//
you're reading
Bimbingan Konseling, Konseling, Mahasiswa, Makalah Daeng, Pendidikan, Psikologi Komunikasi, psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Tugas Kuliah, Universitas Negeri Makassar

DINAMIKA INTRAPERSONAL DAN DINAMIKA INTERPERSONAL

A. PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk Individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Kalimat ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Kedua status tersebut banyak memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupannya sebagai sebuah kelompok.

Perkembangan hidup manusia sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor ini kemudian saling memberikan pengaruh kepada individu yang kemudian menimbulkan sebuah dinamika dalam diri individu, dinamika tersebut meliputi dinamika pada diri sendiri (dinamika intrapersonal) maupun dinamika dengan diri orang lain (dinamika interpersonal).

Manusia memang adalah makhluk yang dinamis. Sejak awal, saat bayi, manusia selalu bertumbuh dan berkembang. Kita bisa melihat bagaimana tubuh ini 3 sampai 5 tahun yang lalu? Bagaimana pikiran-pikiran kita saat itu? Dan coba kita bandingkan dengan diri kita saat ini.

Itu adalah salah satu contoh bagaimana kehidupan manusia yang dinamis, senantiasa bertumbuh dan berkembang, serta mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

 

B.     PEMBAHASAN

Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dengan orang lain. Salah satu interaksi tersebut ditunjukkan dengan terbentuknya kelompok-kelompok oleh individu, baik yang bersifat formal maupun nonformal.

Dalam hubungannya dengan orang lain, manusia dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor ini saling memberikan pengaruh dan membentuk sebuah dinamika dalam diri individu.

Dinamika ini ada yang bersifat internal (dinamika intrapersonal) dan adapula yang bersifat eksternal (dinamika interpresonal)

a.      Dinamika Intrapersonal

Secara harfiyah dinamika intrapersonal terdiri dari kata majemuk, yakni kata dinamika dan kata intrapersonal. Retno Purwandari (Yulia, 2010) menjelaskan bahwa dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Sedangkan intrapribadi dapat kita artikan sebagai hubungan atau interaksi individu dengan dirinya sendiri.

Menurut Sigmud Freud (Dwi Atmaja, 2012) perilaku manusia merupakan produk dari interaksi atau dinamika pikiran dan perasaan sadar dengan tidak sadar dalam diri Individu.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Sigmund Freud mengemukakan bahwa dalam diri manusia terdapat tiga unsure yang saling mempengaruhi yakni id, ego, dan super ego. Ketiganya senantiasa berdinamika dalam mempengaruhi setiap perilaku yang ada pada diri individu.

Struktur energy psikis manusia yang terdiri atas ego dan super ego merupakan proses dinamik individu.dalam proses tersebut sering terjadi pertentengan pertentangan antara kebutuhan dan keinginan ego dengan norma-norma yang dipegang oleh super ego. Ego sebagai lembaga yang bekerja untuk mencapai tujuan berada pada garis persimpangan antara keingina  untuk secepatnya tercapai dengan kekkuatan super ego yang selalu mempetimbangkan normadan nilai dalam usaha mencapai tujuan ego (Rifky Rifael, 2011)..

b.      Dinamika Intrapersonal

Selain berdinamika dengan diri sendiri, individu juga dalam hubungannya dengan orang lain mengakibatkan munculnya dinamika. Dinamika ini dinamakan dengan dinamika interpersonal.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Sedangkan kata interpersonal merujuk pada arti antar pribadi (melibatkan dua orang atau lebih).

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa dalam diri individu terjadi interaksi-interaksi antara id, ego, dan super ego. Dalam kehidupan sosial Interaksi antara individu dan kelompoknya mempertemukan berbagai macam ego dan berbagai pertimbangan super ego dan tentu saja hal ini menyebabkan penting nya pelembagaan ego dan super ego tersebut dalam suatu proses integrasi. Jika teori psikoanalitis itu kita proyeksikan dalam kehidupan social untuk mengkaji konflik social, maka prinsip-prinsip seperti di atas akan kita temukan sebagi gejala social. Pertentangan sosial; dengan integrasi dalam hal ini mempunyai fungsi ganda dalam mencapi tujuan ego (Rifky Rifael, 2011).

C.    Kesimpulan

Manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial senantiasa berdinamika dalam kehidupannya. Kedinamisan tersebut ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun psikis. Dinamika tersebut terjadi dengan diri sendiri (dinamika intrapersonal) dan juga dengan orang lain (dinamika interpersonal)

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dwi Atmaja. 2012. Perspektif Dalam Psikologi Abnormal. Sumber :  http://kajian psikologi.guru-indonesia.net/artikel_detail-18704.html. diakses 16 April 2012

Rifky Rifael. 2011. Pertentangang-pertentangan Sosial http://lajupena.wordpress. com/tag/pertentangan-pertentangan-sosial/. Diakses 17 April 2012

Yulia Putri. 2010. Pengertian Dinamika. Sumber : http://yulia-putri.blogspot.com /2010/10/pengertian-dinamika.html. diakses 16 April 2012.

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: