//
you're reading
Bimbingan Konseling, Komunikasi, Konseling, Pendidikan, Psikologi Komunikasi, psikologi Pendidikan, Tugas Kuliah

Memahami Konsep Dasar Komunikasi Antar Pribadi

1.1. Mengemukakan alasan pentingnya mempelajari komunikasi antar pribadi

–          Manusia adalah makhluk sosial yang tentu saja membutuhkan interaksi dengan orang lain dalam kehidupannya. Namun interaksi tersebut dapat terjalin dengan baik ketika kita mampu melakukan komunikasi dengan orang lain. Dengan komunikasi ini apa yang kita inginkan dapat disampaikan dan diterima oleh orang lain sehingga interaksi dapat berjalan lebih baik.

 1.2. Merumuskan pengertian komunikasi antar pribadi

–          Menurut Littlejohn (2010. http://danankseta.blog.uns.ac.id/2010/06/01/komunikasi-antar-pribadi/) Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara individu-individu

–          Menurut wiryanto (2009. http://www.lusa.web.id/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/) komunikasi antar pribadi adalah  komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang.

–          De Vito (2011. http://aiharawulan.blogspot.com/2011/08/komunikasi-antar-pribadi.html) mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang yang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang berlangsung

Berdasarkan pengertian beberapa ahli di atas kami menyimpulkan bahwa komunikasi antarpribadi adalah komunikasi timbal balik yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima melalui media tertentu dan menimbulkan efek.

 1.3. Menjelaskan lima unsur pokok komunikasi antar pribadi

–          Pengirim pesan atau komunikator adalah individu yang menyampaikan pesan kepada penerima pesan atau informasi

–          Penerima pesan atau komunkan adalah individu yang menerima pesan yang dikirim oleh pengirim pesan atau informasi.

–          Pesan adalah hal/sesuatu yang disampaiakan oleh komunikator kepada komunikan.

–          Media adalah perantara atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima.

–          Efek adalah akibat yang ditimbulkan dari pesan berupa respon atau tanggapan

Sumber bacaan            :http://iyank-iyankeee.blogspot.com/2010/06/5-unsur-dalamkomunikasi-sosiologi.html

                                    Dan catatan perkuliahan KAp 28 Februari 2012oleh Dra. Hj. Nurbaya Kaco, M.Si

 

1.4. Mengidentifikasi dengan benar lima ciri-ciri komunikasi antar pribadi

Berikut ini merupakan ciri-ciri efektifitas komunikasi antarpribadi menurut Kumar (http://cybercounselingstain.bigforumpro.com/t151-ciri-ciri-komunikasi-antar-pribadi)bahwa ciri-ciri komunikasi antarpribadi yaitu:

  1. Keterbukaan (Openess), yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antar pribadi.
  2. Empati (Empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
  3. Dukungan (Supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
  4. Rasa positif (positivenes), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
  5. Kesetaraan atau kesamaan (Equality), yaitu pengakuan secara diamdiam
    bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

1.5. Mengidentifikasi lima contoh fungsi komunikasi antar pribadi

  1. Frekuensi komunikasi, lamanya proses komunikasi antar pribadi oleh orangtua dan anak berlangsung.
  2. Intensitas komunikasi, seberapa sering komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak.
  3. Waktu pada saat proses komunikasi antar pribadi berlangsung, waktu yang dipilih untuk melaksanakan proses komunikasi.
  4. Suasana penyampaian pesan, situasi atau kondisi yang terjadi pada saat proses komunikasi antar pribadi berlangsung.
  5. Umpan balik, tanggapan yang diberikan oleh orangtua maupun anak setelah menyampaikan pesan

Dikutip dari     http://imhacybercons.wordpress.com/2011/02/26/mata-kuliah-komunikasi-antar-pribadi/

1.6.   Menjelaskan lima prinsip komunikasi antarpribadi

  1.  Komunikasi adalah Paket Isyarat

Perilaku komunikasi, apakah ini melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh, atau kombinasi dari keduanya, biasanya terjadi dalam “paket”. Biasanya, perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu.

  1. Komunikasi adalah Proses Penyesuaian

Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. Ini jelas kelihatan pada orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda. Anda tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain jika sistem bahasa anda berbeda. Tetapi, prinsip ini menjadi sangat relevan bila kita menyadari bahwa tidak ada dua orang yang menggunakan sistem isyarat yang persis sama. Orang tua dan anak, misalnya, bukan hanya memiliki perbedaan kata yang berbeda, melainkan juga mempunyai arti yang berbeda untuk istilah yang mereka gunakan.

  1. Komunikasi Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan

Komunikasi, setidak-tidaknya sampai batas tertentu, berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di luar (bersifat ekstern bagi) pembicara dan pendengar. Tetapi, sekaligus, komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak. Sebagai contoh, seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, “Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini.” Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan, atau content) dan aspek hubungan (relational).

  1. Komunikasi Melibatkan Transaksi Simetris dan Komplementer

Hubungan dapat berbentuk simetris atau komplementer. Dalam hubungan simetris dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya. Jika salah seorang mengangguk, yang lain mengangguk, jika yang satu menampakkan rasa cemburu, yang lain memperlihatkan rasa cemburu; jika yang satu pasif, yang lain pasif. Hubungan ini bersifat setara (sebanding), dengan penekanan pada meminimalkan perbedaan di antara kedua orang yang bersangkutan.

  1. Rangkaian Komunikasi Dipunkuasi

Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yang kontinyu. Tidak ada awal dan akhir yang jelas. Sebagai pemeran serta atau sebagai pengamat tindak komunikasi, kita membagi proses kontinyu dan berputar ini ke dalam sebab dan akibat, atau ke dalam stimulus dan tanggapan. Artinya, kita mensegmentasikan arus kontinyu komunikasi ini ke dalam potongan-potongan yang lebih kecil. Kita menamai beberapa di antaranya sebagai sebab atau stimulus dan lainnya sebagai efek atau tanggapan.

Dikutip dari     : http://imhacybercons.wordpress.com/2011/02/26/mata-kuliah-komunikasi-antar- pribadi/

 

sumber gambar : http://www.thetiquetteschool.com/

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: