//
you're reading
Universitas Negeri Makassar

UNM Kukuhkan Dua Guru Besar

Dunia kini mengalami krisis kepemimpinan, termasuk Indonesia dan Sulawesi Selatan pada khususnya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pendangkalan terhadap pemahaman masyarakat terhadap akar budaya bangsa yang bersumber dari kearifan lokal setiap etnis. Untuk mengantisipasi krisis kepemimpinan semakin meluas dan mencegah krisis kemanusiaan di Indonesia, diperlukan upaya sistematis dalam merancang peradaban bangsa ke depan melalui proses sinkretisme antara konsep kepemimpinan berdasarkan kearifan lokal, konsep kepemimpinan berdasarkan agama dan konsep kepemimpinan modern yang relevan dengan kepribadian bangsa.

Hal ini diutarakan oleh Prof Dr Muhammad Rapi Tang, M.S dalam pengukuhannya menjadi guru besar UNM pada Kamis, (22/12). Lebih Lanjut Prof Dr Muhammad Rapi Tang, M.S menyebutkan jika konsep kepemimpinan berdasarkan anasir budaya manusia Bugis masih berguna dan relevan dijadikan dasar dalam sinkretisme konsep kepemimpinan di masa depan. ” Jika hal ini dilakukan maka pemimpin bangsa dapat terhindar dari krisis idealisme dan KKN yang sangat menyengsarakan masyarakat, ” katanya.

Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra ini mencontohkan beberapa kata kunci dalam lontarak yang sarat makna dan terkait erat dengan kepemimpinan seperti; acca (cendekiawan), lempu (jujur), sitinaja (patut), getteng (teguh), reso (usaha), adelek (adil), dan warani (keberanian). ” Bila para pejabat kita mengimplementasikan kata-kata tersebut dalam menjalankan kepemimpinannya, kondisi bangsa akan jauh lebih baik dari sekarang, ” ujarnya.

Prof Dr H Amir MPd yang juga dikukuhkan pada saat yang bersamaan menjelaskan tentang penggunaan pusat kerajinan sebagai konteks pembelajaran Seni, Bahasa dan Keterampilan (SBK). Saat ini, menurut Prof Dr H Amir MPd, pembelajaran SBK di sekolah masih bersifat konvensional, yakni pembelajaran SBK dilakukan di kelas dengan media dan sumber pembelajaran apa adanya serta diajarkan oleh guru yang tidak dengan cara profesional “Padahal untuk mendalami pembelajaran SBK perlu didukung oleh media dan sumber pembelajaran yang memadai serta guru yang memiliki kompetensi dan profesional,” kata Prof Dr H Amir MPd

Guru Besar PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan ini mengajukan dua konsep model pembelajaran SBK yakni; penggunaan pusat kerajinan sebagai sumber pembelajaran dan penggunaan guru tamu (pengrajin) sebagai fasilitator pembelajaran SBK di sekolah “Kedua model ini merupakan konsep pendekatan pembelajaran yang menghadirkan siswa di dunia nyata dan menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh, ” ucapnya.

Sementara itu Rektor UNM Prof Dr Arismunadar MPd dalam sambutannya mengatakan kedua guru besar yang dikukuhkan hari ini memiliki konsep yang semestinya diterapkan saat ini. ” Kami berharap konsep ini dapat dikembangkan dan seyogyanya dapat diterapkan,” tuturnya.

sumber : http://unm.ac.id

gambar : http://www.clipartillustration.com/

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: