//
you're reading
Catatan, Opini

Sayangku Kepada Ibu Tidak Tersekat Oleh Ruang dan Waktu

Tepat 22 desember kemarin banyak orang merayakan sebuah hari yang diberi nama hari Ibu. Sebuah hari yang didalamnya orang-orang mengingat kembali betapa besarnya kasih sayang dan peran seorang Ibu sehingga kita semua dapat tumbuh dan menjadi pribadi yang utuh.

Di hari Ibu kemarin ada sebuah ritual yang sepertinya menjadi symbol yang kuat tentang kasih sayang kepada seorang ibu, ritual tersebut adalah ritual mencuci kaki Ibu. Ritual itu masih asing bagi saya pribadi dan anggota kelargaku karena memang kami tidak mengenal hal yang semacam itu. InsyaAllah saya akan bertanya kepada Ustadz tentang ritual itu, karena jangan sampai perilaku tersebut adalah perilaku yang tidak ada sama sekali dalam ajaran Rasulullan dan para sahabatnya atau bahkan bisa mendatangkan murka kepada kita.

Menyikapi hari Ibu kemarin saya tidak ingin melakukan ritual khusus ataupun perayaan-perayaan yang tidak jelas asal usulnya. Saya juga tidaklah menkultuskan tanggal 22 desember sebagai hari yang khusus.

bagiku semua hari adalah sama, semua hari adalah tepat untuk mencurahkan kasih sayang dan bakti kepada orang tua. Saya tidak ingin tersekat dengan ruang dan waktu untuk mengekspresikan sayangku kepada seorang Ibu.

sumber gambar : http://sastralangit.wordpress.com/2010/10/19/surat-untuk-ummi/

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: