//
you're reading
Konseling, Opini, Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

WAHAI PARA SENIOR KAMPUS, MENGAPA ANDA BERMUKA SANGAR?

Beberapa waktu yang lalu saya bersama teman-teman di FSI RI, lembaga yang berada di bawah naungan BEM Universitas Negeri Makassar yang memiliki fokus pada bidang dakwah, melakukan sebuah inisiatif yakni membantu para Mahasiswa baru yang dinyatakan diterima di UNM.

Hal itu kami lakukan untuk membantu/ memudahkan urusan mereka dalam proses pendaftaran. Dari beberapa mahasiswa baru yang saya amati, mereka sepertinya sangat canggung dengan para senior kampus. Mungkin hal ini disebabkan buruknya citra para senior di mata mereka. Perlakuan semena-menakepada para yunior yang mereka sering dengar membuat mereka ragu untuk lebih dekat dengan para senior.

Setelah lama berbincang-bincang mereka sudah berani berbicara lebih banyak hal lagi kepada kami, memang hal ini lah yang kami inginkan. Menurut apa yang saya amati pada hari itu kebanyakan para mahasiswa baru itu tidak tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang bagaimana sebenarnya dunia kampus, bagaiamana tentang aksi demonstrasi, dan hal-hal lain yang identik dengan kampus. Mereka hanya tertarik dengan pembayaran SPP dan berbagai macam hal lainnya yang berhubungan dengan soal duit. Menurut saya ini bisa dimaklumi Karena fokus utama mereka datang/ masuk ke Universitas adalah untuk menuntut ilmu sesuai dengan apa yang diamanahkan kepada mereka oleh orang tua di kampung.

Kita kembali kepada apa yang menjadi focus kita pada kesempatan kali ini yakni para senior muka sangar. Jujur saja ketika masih menjadi mahasiswa baru saya sering mendapatkan senior yang seperti itu. Mereka memasang muka sangar kepada kami yang masih baru di dunia kampus. Mungkin hal itu mereka lakukan agar bisa dihargai, disegani, dan dihormati oleh kami. Tapi saya pikir tindakan mereka adalah hal yang salah besar, karena kami akan lebih respect terhadap senior yang senantiasa melempar senyum kepada kami yang masih baru dan mau menuntun dan mengarahkan kami ketika ada hal-hal yang baru yang masih asing bagi kami.

Saya pribadi lebih menghargai senior yang tidak bersikap berlebihan kepada kami. Citra senior muka sangar makin tidak mendapat tempat di hati saya ketika salah seorang senior saya yang tidak pernah tersenyum, menurut apa yang saya lihat, mendapatkan nilai eror pada sebuah mata kuliah dan harus mengulang dan belajar bersama kami. Bahkan saat ini sepertinya dia tidak mendapatkan penghormatan, yang mungkin dia inginkan, dari teman-teman saya.

Jadi buat kalian yang merasa telah menjadi senior di kampus, jangan terlalu jaim (jaga image) sehingga tersenyum kepada kami pun anda sulit untuk melakukannya. Kami sebenarnya sangat menghargai anda karena anda adalah panutan bagi kami yang masih baru. Akan tetapi perilaku negative anda kepada kami membuat kami akan berpaling dari anda dan tidak akan memberikan feed back yang baik yang mungkin anda inginkan dari kami.

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: