//
you're reading
Indonesia Timur, Jendela Islam, Kabupaten Gowa, Kisah, Konseling, Opini, Pendidikan, suku Makassar, Universitas Negeri Makassar

Calon pendidik yang (sepertinya) Tidak terdidik

Saling Menyakiti Sesama Muslim

Nama saya M. Amirullah. Saat ini saya berstatus sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Makassar, tepatnya di Universitas Negeri Makassar atau yang lebih dikenal dengan sebutan UNM.

Mendengar kata Universitas dari Makassar mungkin yang terbesit dibenak kita adalah tawuran antar mahasiswa yang melibatkan satu jurusan dengan jurusan yang lain, atau satu fakultas dengan fakultas yang lain.

Memang ini adalah sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri, namun mereka yang terlibat perkelahian hanyalah sebahagian kecil saja. Dari segi prestasi UNM juga memiliki beberapa penghargaan baik yang berskala provinsi maupun Nasional.

Kembali ke pada kasus perkelahian. Mayoritas civitas akademika yang ada di UNM adalah Muslim. Namun pola tindak tanduk mereka, yang senang tawuran, seperti orang yang tidak beragama. Saling ejek, saling hujat, hingga akhirnya saling hantam.

Hal seperti ini sepertinya sesuatu yang sudah sangat wajar dilingkungan kampus UNM.  Hal ini sesungguhnya sangat tidak patut mengingat UNM adalah kampus yang mencetak para calon pendidik yang kelak akan mengajari para calon-calon pemimpin bangsa. Bayangkan apa yang akan terjadi jika anak-anak kita didik oleh orang-orang seperti mereka? Entah apa yang akan terjadi dengan bangsa ini kedepannya.

Semalam saya mendengar ada lagi sebuah kasus penyerangan gedung fakultas bahasa yang menyebabkan kaca gedung pecah berantakan. Berdasarkan apa yang saya baca di sebuah media online bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh mahasiswa fakultas tekhnik sendiri.

Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, perilaku mereka sungguh sangat tidak patut dicontoh!!! Apakah semua permasalahan tidak bisa diselesaikan dengan jalan damai atau jalan musyawarah? Sehingga harus diselesaikan dengan cucuran keringat darah???

Semoga bisa menjadi bahan refleksi kita bersama! Terkhusus kepada diri saya pribadi.

Ketahuilah -semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan ilmu-Nya dan menunjukkan kita semua kepada al-haq- bahwa seorang muslim itu haram darah, harta dan kehormatannya atas muslim yang lain. Maka tidak halal bagi seseorang untuk merampas dari sesama muslim sedikit pun dari hal-hal tersebut.

Menumpahkan darah seorang muslim atau menerornya telah dicap sebagai dosa besar oleh Allah subhanahu wata’ala di dalam kitab-Nya dan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam di dalam sunnahnya. Juga berbagai tindakan melampaui batas terhadap seorang muslim, apakah itu dalam hal badan, jiwa atau materi.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah Jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisaa’:93)

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu (sebab) yang benar”. (QS. Al-An’am:151)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 25:68-70)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,

Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan! Kemudian ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apakah tujuh perkara tersebut? Maka beliau menyebutkan di antaranya adalah, “Menyekutukan Allah, Sihir dan membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang hak.”(HR. Al-Bukhari 2/290 dan Mulsim 1/92)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

Perkara yang pertama kali akan diputuskan kelak pada hari Kiamat adalah urusan darah.” (HR. Imam Enam, kecuali Abu Dawud)

Dan sabda beliau juga,

“Seorang mukmin senantiasa dalam keluasan agamanya selagi tidak menumpahkan darah yang haram.”

Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Merupakan salah satu perkara tersulit yang tidak ada jalan keluar darinya bagi siapa saja yang menjerumuskan diri di dalamnya adalah menumpahkan darah yang haram bukan dengan cara yang dihalalkan.” (Dikeluarkan oleh al-Bukhari 4/265)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seluruh dosa kelak akan diampuni oleh Allah kecuali seseorang yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah atau membunuh seorang mukmin dengan sengaja.” (HR. Abu Dawud, 4270 dan Ibnu Hibban, 51 dengan sanad yang shahih dari hadits Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu)

Beliau juga bersabda,

“Barang siapa yang membunuh seorang mukmin dan dia memang berencana untuk membunuhnya maka Allah tidak akan menerima pembayaran atau tebusan darinya.” (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih, dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu)

link:

http://blog-eblog.blogspot.com/2010/02/haramnya-darah-muslim_9971.html

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

3 thoughts on “Calon pendidik yang (sepertinya) Tidak terdidik

  1. hahahha…nyindir

    Posted by jarimanisindonesia | October 20, 2012, 2:43 pm

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: