//
you're reading
filsafat pendidikan, Pendidikan

PENALARAN

1. Apakah binatang mampu berpikir atau tidak? Jelaskan!
Jawab: menurut saya binatang mampu berpikir, namun daya atau kemampuan berpikir mereka tidak sebaik dan sehebat manusia. Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengenal yang disebut dengan bahasa, bahasa inilah yang menunjang dan mengembangkan kemampuan berpikir manusia yang tidak dimiliki oleh hewan. Tanpa bahasa maka apa bedanya seorang manusia dengan binatang. Binatang mungkin dapat berkomunikasi dengan sesama jenisnya namun hal ini hanya terbatas selama obyek yang dikomunikasikan berada secara factual saat proses komunikasi berlangsung. Tanpa kehadiran sesuatu secara factual maka komunikasi antar binatang tidak dapat mereka lakukan. Kemampuan berpikir binatang juga hanya terbatas dengan tujuan mempertahankan hidup atau survival. Kesimpulannya menurut saya binatang dapat berpikir namun pikiran mereka tidak dapat berkembang karena tidak ditunjang dengan kemampuan berbahasa.

2. Apakah semua proses kegiatan berpikir didasarkan pada pola berpikir dan sifat yang analitik?
Jawab: tidak semua kegiatan berpikir dilandaskan dengan sifat yang analitik karena tidak semua kegiatan berpikir itu dlakukan dengan langkah–langkah dan pola-pola tertentu. Misalnya saja berpikir tanpa melakukan penalaran atau yang lebih kita kenal dengan intuisi. Intuisi hadir secara tiba-tiba muncul tanpa kita duga sebelumnya dan tanpa kita lakukan langkah-langkah berpikir sebelumnya.

3. Yang manakah cirri berpikir yang tidak berdasarkan penalaran dan yang berdasarkan penalaran?
Jawab: kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran adalah kemampuan berpikir yang datang secara tiba-tiba tanpa dapat kita ketahui bagaimana proses kedatangannya, yang di sebut dengan intusi. Intuisi sering muncul secara tiba-tiba tanpa terduga namun terkadang menyelasaikan sesuatu hal (masalah). Sedangkan kegiatan berpikir yang didasarkan dengan penalaran misalnya adalah memutuskan sesuatu hal dengan menggunakan metode dan alur-alur tertentu untuk menentukan nilai kebenaran dari sesuatu hal. Contohnya saja dalam membuat karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah yang kita buat buat haruslah bernilai sebuah kebenaran dan kebenaran ini diperoleh berdasarkan telaah-telaah yang kita lakukan dan tentu saja dengan menggunakan langkah-langkah tertentu yang disebut dengan penalaran

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: