//
you're reading
Konseling, Pendidikan

Sahabat, pemberi warna dalam kehidupan.

sahabat, kadang menjengkelkan, kadang membuat tertawa, atau terkadang membuat kita bersedih. Namun itulah dinamika dari sebuah persahabatan yang terjalin. Semua tahap baik senang dan sedih ataupun beribu-ribu masalah yang menerpa jalinan silaturahmi kita merupakan sebuah anak tangga yang berujung pada sikap saling memahami dan menghargai satu sama lain sebagai makhluk Tuhan yang sama disisinya (yang membedakan hanyalah taqwa kita kepadanya).
Siapa yang sering mendengarkan keluh kesah kita saat memiliki masalah dengan keluarga. Siapa yang menghibur kita ketika sedih, ataupun mendampingi dan mendukung kita dalam berjuang mendapatkan sesuatu?
Tapi cerita dengan sahabat tak selalu indah dan bahagia. Kadang-kadang terselip cerita sedih dan mengharukan. Terkadang ada cekcok diantara kita, terkadang ada konflik yang merucing kepada sebuah persaingan. Tapi sekali lagi semua itu hanyalah sebuah dinamika dalam pertemanan.
Banyak kisah pertemanan yang harus kandas ditengah jalan atau berakhir dengan sebuah kata permusuhan. Hal ini dapat terjadi walau hanya dipicu dengan hal sepele atau kurang komunikasi.
Nah, bagaimana menjaga agar sebuah jalinan pertemanan dapat bertahan dan tidak goyah dimakan usia dan tidak runtuh dihantam cobaan? Dalam hubungan pertemanan yang paling utama adalah saling memahami, dan yang terpenting jangan cuma ingin dipahami tapi cobalah belajar memahami. Kebanyakan dari kita saling konflik karena cuma ingin dipahami. Pokoknya keinginan kita harus terpenuhi dan tidak memerdulikan pikiran dan perasaan orang lain.
Bagaimana memilih sahabat dan menjadi sahabat yang baik?
Sahabat yang baik adalah mereka yang senantiasa saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan. Saling nasehat-menasehati ketika melakukan kesalahan. Kedua hal ini pengimplikasiannya ketika kita tidak hanya membenarkan perkataan sahabat walaupun perkataan tersebut salah, namun kita harus mampu membenarkan perkataannya.
Hati-hati memilih teman!!!
Agama kita tergantung agama teman kita, maksudnya adalah tindak tanduk pola tingkah laku dan kerpibadian kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan serta orang-orang yang ada disekitar kita. Jadi pilihlah lingkungan pergaulan yang baik jangan memilih lingkungan pergaulan yang jelek. Tapi kalau kita mempunyai dasar yang kuat dan berniat merubah perilaku mereka menjadi baik silahkan saja. Tapi kita harus jaga diri jangan sampai niat kita ingin mewarnai mereka tapi malah kita yang diwarnai oleh mereka.
Seperti kata pepatah, siapa yang berteman dengan penjual parfum maka ia akan wangi karena percikan parfum dan siapa yang berteman dengan pandai besi maka ia akan terbakar Karena percikan apinya.
Namun hal ini bukan berarti kita memutuskan hubungan silaturahmi dengan orang lain dan hanya memilih orang-orang tertentu saja. Tapi hal ini lebih kepada hubungan dekat diantara kita dengan orang lain
WARNING!!! PERSAHABATAN YANG SAYA MAKSUD ADALAH HUBUNGAN PERSAHABATAN ANTARA LAKI-LAKI DENGAN LAKI-LAKI, ATAU PEREMPUAN DENGAN PEREMPUAN. BUKAN GABUNGAN DIANTARA KEDUANYA.

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

No comments yet.

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: