//
you're reading
Konseling, Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

INGATAN

disusun oleh M. Amirullah (Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling UNM Makassar 2010)

Ingatan dalam bahasa Inggris disebut “memory” adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memperoduksi kesan-kesan. (H. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, Hlm: 70 dalam Rudiansyah harahap). Menurut Sumardi Suryabrata (Psikologi Pendidikan Hlm: 44 dalam Rudiansyah harahap) ingatan yakni kecakapan untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Sedangkan ingatan menurut Slameto (Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Hlm:113 dalam Rudiansyah harahap) adalah penarikan kembali informasi yang pernah dialami sebelumnya.
Dari beberapa pengertian di atas kita dapat menarik benang merah bahwa ingatan atau memori sebenarnya adalah retensi informasi. Ingatan merupakan tempat dimana informasi disimpan, dipertahankan dan kemudian bagaimana ia dtemukan atau diungkapkan kembali dikemudian hari untuk tujuan tertentu.
Ingatan adalah hal yang spesial dalam perjalanan hidup manusia karena ingatan membuat hidup dalam diri kita terasa berkesinambungan. Tanpa ingatan, anda tidak akan mampu menghubungkan apa yang terrjadi kemarin dengan apa yang anda alami saat ini.

2. Tahap-tahap ingatan
Sebelum seseorang mengingat suatu informasi atau sebuah kejadian dimasa lalu, ternyata ada beberapa tahapan yang harus dilalui ingatan tersebut untuk bisa muncul kembali.Ada tiga tahapan mengingat, yaitu mulai dari penyandian (encoding), penyimpanan (storage), dan pengambilan kembali (retrieval)

¤ Penyandian
Dalam bahasa sehari-hari, penyandian atau encoding banyak kemiripan dengan atensi dan pembelajaran. Saat kita mendengarkan dosen berbicara, menonton film, atau berbicara dengan kawan merupakan proses menyandikan informasi ke dalam ingatan. Ada beberapa konsep yang berhubungan dengan encoding, yaitu: pengulangan, pemrosesan mendalam, elaborasi, merekonstruksi citra dan penataan (organisasi).
– atensi
atensi adalah mengkonsentrasikan dan menfokuskan sumber daya mental. Misalnya pada saat mahasiswa akan menghadapi suatu ujian, mereka secara selektif harus focus pada mata kuliah yang akan di ujikan, dan menghindari gangguan lain seperti suara tv dan radio.
– Pengulangan
Pengulangan adalah repetisi informasi dari waktu ke waktu agar informasi lebih lama berada dalam ingatan. Pengulangan akan bekerja dengan baik apabila kita hanya akan mengingat perkara dalam jangka waktu yang pendek. Untuk mem pertahankan informasi dalam jangka waktu yang panjang butuh lebih dari sekedar pengulangan untuk mempertahankannya.

– Pemrosesan mendalam
Pemrosesan mendalam ini adalah sebuah teori yang dikemukan oleh Fergus craik dan Robert lockhart (1972). Teorinya tersebut dikenal dengan teori level pemrosesan. Teori ini berpandangan bahwa pemrosesan terjadi pada kontinum dangkal ke mendalam, dimana pemrosesan yang medalam akan menghaslkan ingatan yang lebih baik. Cirri indrawi atau fisik dari suatu stimuli akan dianalasis terlebih dahulu pada level dangkal. Pada level pemrosesan menengah, stimuli tersebut dikenali dan diberi label. Kemudian pada level yang terdalam informasi ini diproses secara semantic dari segi maknanya.
– Elaborasi
Elaborasi adalah ekstensivitas pemrosesan memori dalam penyandian. Para psikolog kognitif menemukan bahwa ketika individu menggunakan elaborasi dalam menyandikan informasinya, mereka akan sangat terbantu. Jadi saat kita menyajikan konsep keadilan kepada orang awam, mereka akan mudah mengingatnya dengan lebih baik jika mereka diberi contoh yang bagus dari keadilan. Makin banyak anda berbicara tentang keadilan dan ketidak adilan semakin besar kemungkinan mereka akan mengingat konsep tersebut. Salah satu alas an mengapa elaborasi bisa bekerja dengan baik dalam menyandikan informasi adalah karena elaborasi menambahkan perbedaan dalam kode memori

– Mengkonstruksi citra
Ketika kita mengkonstruksi citra dari sesuatu, kita sedang mengelaborasi informasi. Allan Paivio (dalam John W. Santrock, 2008) percaya bahwa memori disimpan melalui satu atau dua cara: yakni sebagai kode verbal atau sebagai kode citra/imaji. Paivio mengatakan bahwa semakin detail dan unik dari suatu kode citra, maka semakin baik memori anda dalam mengingat informasi itu.
– Penataan
Apabila murid menata (mengorganisasikan) informasi ketika menyandikannya, maka memori mereka akan banyak terbantu. Semakin tertata informasi yang anda berikan semakin mudah murid anda akan mengingatnya. Ini terutama berlaku jika anda menata informasi secara hierarchies atau menjelaskannya. Chunking (pengemasan) adalah strategi penataan ingatan yang baik, yakni dengan mengelompokkannya.

¤ Penyimpanan
Tahapan kedua dari ingatan adalah penyimpanan (storage). Apa yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali. Penyimpanan ini diperlukan untuk mempertahankan atau menyimpan informasi. Di antara aspek paling menonjol dari penyimpanan memori adalah tiga simpanan utama, yang berhubungan dengan waktu (lama) penyimpanannya, yaitu memori sensoris, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang.

¤ Pengambilan kembali
ketika kita mengambil data dari ingatan, kita menulusuri gudang ingatan untuk menemukan informasi yang relevan, seperti halnya penyandian pencarian informasi ini membutuhkan beberapa usaha. Misalnya saat anda bertanya pada sesorang hari apa sekarang? Jawabannya mungkin akan muncul segera, namun ketika bertanya siapa nama pria berkumis lebat yang berkunjung di tempat ini dua bulan yang lalu? Maka proses pengambilan informasinya membutuhkan lebih nayak usaha.
Posisi item dalam suatu daftar juga mempengaruhi tingkat kemudahan dan kesulitan dalam mengingat. Orang lebih mudah mengingat item yang ada di awal atau di akhir dari suatu daftar ketimbang item yang ada di tengah.
Proses pengambilan informasi ini sebebnarnya sangat terkait dengan proses penyandian di awal. Makin banyak spesifitas penyandian dan elaborasi yang dilakukan maka makin baik pula sesorang dalam mengingat informasi.

3. Jenis-jenis ingatan
Berdasarkan periode waktu penyimpanannya
Richard Atkinson dan Richard Shiffrin mengajukan konsep memori yang dibedakan dalam tiga sistem penyimpanan informasi, yaitu ingatan sensori (sensory memory), ingatan jangka pendek (short term memory), dan ingatan jangka panjang (long term memory).
– Memori sensori adalah suatu sistem memori yang dirancang untuk menyimpan informasi yang diterima dari sel-sel reseptor dalam waktu yang amat pendek. Memori sensori mencatat informasi atau stimulus yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indera yaitu secara visual melalui mata, pendengaran melalui telinga, bau melalui hidung, rasa melalui lidah dan rabaan melalui kulit.
– Memori jangka pendek adalah salah satu proses penyimpanan informasi yang bersifat sementara. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek berisi informasi yang terpilih dari memori sensori. Kapasitas memori jangka pendek. Jumlah informasi yang tersimpan dalam memori jangka pendek lebih kecil bila dibandingkan dengan yang tersimpan dalam memori jangka panjang
– Ingatan jangka panjang (long term memory). diartikan sebagai tempat penyimpanan informasi yang bersifat permanen dibandingkan memori jangka pendek. Memori jangka panjang disebut juga sebagai “gudang” atau tempat penyimpanan informasi yang kapasitasnya tidak terbatas. Memori jangka panjang memungkinkan manusia mengingat kembali informasi masa lalu dan menggunakan informasi yang ada untuk mengerti apa yang terjadi sekarang. Misalnya, nama individu sendiri, rasa jagung rebus, lagu semasa kanak-kanak, dan abjad a-z merupakan bahan yang tersimpan dalam penyimpanan memori jangka panjang. Memori jangka panjang ini adalah tipe memori yang menyimpan banyak informasi selama periode waktu yang lama. Ilmuan computer John Von Neumann menyebutkan ukuran 2,8 x 10 (280 kuintiliun) bit sebagai kapasitas penyimpanan memori jangka panjang. Yang lebih mengesankan adalah efisiensi yang dilakukan seseorang untuk mengambil informasinya. Sering kali tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari informasi dari gudang penyimpanan kita yang amat luas. Tentu saja tidak semua informasi dapat diambil dengan mudah.

Berdasarkan isi-Nya (memori jangka panjang)
Sebagaimana tipe ingatan yang dapat dibedakan berdasarkan berapa lama ingatan itu disimpan, demikian pula dengan ingatan dapat dibedakan berdasarkan isinya. Banyak psikolog kontemporer sependapat bahwa ada hierarki isi memori jangka panjang. Dalam hierarki tersebut memori jangka panjang dibagi menjadi subtype memori deklaratif dan memori procedural. Memori deklaratif dibagi lagi menjadi memori episodic dan memori semantic.
Memori deklaratif
Memori deklaratif adalah rekoleksi atau pengingatan kembali secara sadar, seperti fakta spesifik atau kejadian yang dapat dikomunikasikan secara verbal. Misalnya penjelasan ulang atas kejadian yang telah disaksikan. Memori deklaratif ini digunakan (bekerja) ketika seseorang duduk dan merenungkan pengalamannya dan tidak perlu berbicara.

Memori prosedural
Memori procedural adalah pengetahuan nondeklaratif dalam bentuk keterampilan dan operasi kogntif. Memori procedural ini tidak dapat secara sadar diingat kembali, setidaknya dalam bentuk fakta atau kejadian spesifik. Ini membuat memori procedural menjadi sulit, jika bukannya mustahil, untuk dikomunikasikan. Ketika kita mengaplikasikan kemampuan kita untuk mengendarai sepeda motor, atau mengetik dikomputer maka kita menggunakan memori procedural.
Memori episodik
Memori episodic adalah retensi informasi tentang dimana dan kapan terjadinya suatu peristiwa dalam hidup. Kenangan tentang masa-masa awal kuliah, dengan siapa makan siang dua hari yang lalu, atau tamu yang datang kerumah seminggu yang lalu merupakan memori episodic.
Memori semantic
Memori semantic adalah pengetahuan umum kita tentang dunia. Memori ini mencakup : 1. Pengetahuan tentang pelajaran kampus (seperti statistika); 2. pengetahuan tentang bidang keahlian yang berbeda (pengetahuan catur); 3. pengetahuan sehari-hari tentang makna kata, orang terkenal, tempat-tempat penting, dan hal-hal umum lainnya. Memori semantic ini independend ari identitas seseorang dengan masa lalu. Misalnya, saat kita mengakses fakta – seperti Jakarta adalah ibu kota Indonesia – tetapi kita tidak tahu kapan dan dimana kita mempelajaranya.

Kesimpulan
Ingatan adalah hal yang berperan penting dalam kehidupan kita. Seseorang akan sangat kesulitan menjalani kehidupannya bila tidak memiliki ingatan. Ingatan pula yang menjadikan kehidupan kita menjadi berkesinambungan.
Ingatan sangat erat kaitannya dengan proses penyandian, penyimpanan, kemudian proses pengambilan kembali informasi yang di butuhkan di saat tertentu. tiga aspek inilah yang kemudian mendukung berfungsinya ingatan, yakni menerima kesan, menyimpan kesan, dan memproduksi kesan.

Sumber Buku
Santrock, John W. 2007. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta: KENCANA PREMADA MEDIA GROUP.

Sumber Web
Rudiansyah Harahap (2010). Ingatan. From :http://rudiansyah harahap.blogspot.com/2010/02/ingatan.html
Masbow (2009). Recall Memory dalam Psikologi. From : http://www.masbow.com/2009/11/recall-memory-dalam-psikologi.html

Advertisements

About Amirullah Dg Sibali

Tarbiyah is The Plus One

Discussion

One thought on “INGATAN

  1. wehhhh gak bisaka baca smuaki tpi bru awal udah mantap mie

    Posted by iful | May 12, 2011, 8:17 pm

Mari Berikan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: